fin.co.id - Kabar baik datang bagi dunia pendidikan di Jawa Barat. Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) resmi menyediakan program bantuan pendidikan melalui Beasiswa Personal Pancawaluya yang menyasar siswa sekolah negeri maupun swasta.
Program ini menjadi bukti bahwa akses pendidikan setara terus diperjuangkan pemerintah daerah. Tidak ada lagi sekat antara siswa negeri dan swasta—keduanya memiliki hak yang sama untuk mendapatkan dukungan biaya pendidikan.
Melalui program ini, Pemprov Jabar ingin memastikan faktor ekonomi tidak lagi menjadi alasan anak putus sekolah.
Dikutip dari laman resmi Dinas Pendidikan Jawa Barat, istilah Pancawaluya memiliki makna filosofis yang kuat.
Kata Panca berarti lima, sedangkan Waluya berarti sehat, sejahtera, atau selamat.
Filosofi ini merujuk pada lima karakter utama masyarakat Sunda, yaitu:
-
Cageur (Sehat)
-
Bageur (Baik)
-
Bener (Benar)
-
Pinter (Pintar)
-
Singer (Mahir/Tanggap)
Nilai-nilai tersebut menjadi landasan pembentukan karakter generasi muda Jawa Barat agar unggul, tidak hanya secara akademik tetapi juga secara moral dan sosial.
Program ini juga sejalan dengan visi pendidikan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam mencetak generasi yang kuat lahir dan batin.
Beasiswa Personal Pancawaluya merupakan transformasi sekaligus pelengkap dari program bantuan pendidikan yang sudah berjalan sebelumnya di Jawa Barat.
Bedanya, skema Pancawaluya lebih spesifik menyasar siswa dari keluarga kurang mampu.
Penyaluran bantuan dilakukan berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sehingga lebih tepat sasaran dan minim potensi salah penerima.
Dengan sistem ini, pemerintah ingin memastikan bahwa siswa yang benar-benar membutuhkan akan menjadi prioritas utama.