Kirim Kapal Induk Kedua ke Timur Tengah, Trump: Sulit Mencapai Kesepakatan dengan Iran

news.fin.co.id - 14/02/2026, 13:55 WIB

Kirim Kapal Induk Kedua ke Timur Tengah, Trump: Sulit Mencapai Kesepakatan dengan Iran

AS kirim kapal induk kedua ke Timur Tengah.

fin.co.id - Militer Amerika Serikat (AS) sedang bersiap untuk kemungkinan operasi berkelanjutan selama berminggu-minggu terhadap Iran, jika Presiden Donald Trump memerintahkan serangan.

Ini berpotensi menjadi konflik yang jauh lebih serius daripada yang pernah terjadi sebelumnya antara kedua negara.

AS telah mengirim Kapal induk USS Gerald R. Ford ke Timur Tengah, bergabung dengan kapal induk USS Abraham Lincoln. Telah ditempatkan pula beberapa kapal perusak rudal, jet tempur, dan pesawat pengintai.

Berbicara kepada pasukan AS di sebuah pangkalan di Carolina Utara, Trump mengatakan bahwa "sulit untuk mencapai kesepakatan" dengan Iran.

Advertisement

"Terkadang Anda harus memiliki rasa takut. Itulah satu-satunya hal yang benar-benar akan menyelesaikan situasi," kata Trump, Jumat, 13 Februari 2026.

Ditanya apakah ia menginginkan perubahan rezim di Iran? Trump menjawab bahwa "sepertinya itu akan menjadi hal terbaik yang bisa terjadi."

Ia menolak untuk menyebutkan siapa yang ingin ia tunjuk untuk mengambil alih Iran, tetapi mengatakan "ada orang-orang".

"Selama 47 tahun, mereka terus berbicara dan berbicara dan berbicara. Sementara itu, kita telah kehilangan banyak nyawa, sementara mereka berbicara. Kaki putus, lengan putus, wajah hancur. Ini sudah berlangsung lama," lanjut Trump.

Gedung Putih: Trump Punya Semua Opsi Terkait Iran

Diminta untuk berkomentar tentang persiapan operasi militer AS yang berpotensi berkelanjutan, juru bicara Gedung Putih Anna Kelly mengatakan: "Presiden Trump memiliki semua opsi yang tersedia terkait Iran."

"Ia mendengarkan berbagai perspektif tentang setiap masalah, tetapi membuat keputusan akhir berdasarkan apa yang terbaik untuk negara dan keamanan nasional kita," kata Kelly.

Dalam kampanye berkelanjutan, militer AS dapat menyerang fasilitas negara dan keamanan Iran, bukan hanya infrastruktur nuklir, kata salah satu pejabat. Pejabat tersebut menolak memberikan detail spesifik.

Para ahli mengatakan risiko bagi pasukan AS akan jauh lebih besar dalam operasi semacam itu terhadap Iran, yang memiliki persenjataan rudal yang tangguh. Serangan balasan Iran juga meningkatkan risiko konflik regional.

Advertisement
Esnoe Faqih Wardhana
Esnoe Faqih Wardhana
Penulis

Penulis FIN.CO.ID