fin.co.id - Dunia penerbangan tanah air kembali geger! Bayangkan, Anda sudah rapi dan siap terbang, tapi harus mendekam di bandara selama 5 jam tanpa kejelasan. Insiden keterlambatan atau delay parah ini memicu amarah besar dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). Lembaga ini menilai gangguan tersebut bukan sekadar masalah teknis receh, melainkan alarm keras atas hancurnya manajemen layanan maskapai yang sangat merugikan penumpang.
YLKI menegaskan bahwa waktu konsumen bukan barang murah yang bisa dibuang begitu saja. Hak Anda atas pelayanan yang layak, aman, dan tepat waktu kini sedang dipertaruhkan. Jika ini terus dibiarkan, kenyamanan transportasi udara di Indonesia terancam masuk ke titik nadir.
Maskapai Jangan Berlindung di Balik Alasan Internal!
Sekretaris Eksekutif YLKI, Rio Priambodo, menuntut pertanggungjawaban nyata dari pihak maskapai. Menurutnya, perusahaan penerbangan tidak boleh hanya diam atau memberikan alasan normatif yang tidak masuk akal saat pesawat telat berangkat hingga berjam-jam.
"Delay selama berjam-jam menunjukkan bahwa masih ada persoalan mendasar dalam tata kelola penerbangan nasional yang perlu diperbaiki," tegas Rio Priambodo dalam pernyataan resminya.
YLKI mendesak maskapai untuk segera melakukan tindakan nyata, mulai dari permintaan maaf terbuka hingga transparansi penyebab delay. Pasalnya, ada ketidakadilan yang dirasakan publik: konsumen telat sedikit ditinggal dan tiket hangus, tapi kalau maskapai delay berjam-jam, mereka seolah merasa cukup hanya dengan memberikan kompensasi ala kadarnya.
Audit Operasional Sekarang Juga Sebelum Mudik Lebaran
Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perhubungan, diminta jangan cuma sibuk mengurusi perang tarif tiket yang mahal. Ada hal yang jauh lebih krusial, yaitu kepastian jadwal dan keselamatan armada. YLKI mendesak adanya audit menyeluruh terhadap kelayakan operasional pesawat dan manajemen maskapai demi melindungi publik.
Menjelang arus mudik Lebaran yang sudah di depan mata, pemerintah tidak boleh menunda-nunda lagi. Audit ini menjadi harga mati agar kekacauan layanan transportasi nasional tidak terulang saat jutaan orang pulang kampung. Keselamatan dan kepastian jadwal tidak boleh dikorbankan demi mengejar efisiensi bisnis semata.
Desakan Amandemen: Kompensasi Delay Harus Bikin Jera!
Salah satu poin krusial yang diusung YLKI adalah revisi aturan kompensasi. Skema yang ada saat ini dianggap terlalu ringan sehingga maskapai cenderung menyepelekan keterlambatan operasional. Perlu ada aturan baru yang menetapkan denda atau kompensasi jauh lebih tinggi agar ada efek jera bagi pelaku usaha.
Negara wajib hadir menertibkan maskapai yang tidak mampu memberikan layanan tepat waktu. Jangan sampai konsumen terus-menerus menjadi korban pengabaian sistemik. Jika Anda merasa dirugikan, pastikan Anda menuntut hak informasi yang jujur dan rinci, bukan sekadar janji manis yang tidak menjawab keluhan.
Daftar Tuntutan YLKI untuk Perbaikan Penerbangan:
- Maskapai wajib membuat surat permintaan maaf terbuka kepada seluruh konsumen.
- Penjelasan penyebab delay harus transparan dan jujur, bukan sekadar info normatif.
- Pemerintah segera melakukan audit operasional dan kesiapan armada secara total.
- Amandemen regulasi untuk menaikkan nilai kompensasi delay agar maskapai lebih bertanggung jawab.
- Penyelesaian masalah tata kelola penerbangan sebelum masa mudik Lebaran tiba. (*)