$Ushallî$ $sunnatat$ $tarâwîhi$ $rak’ataini$ $mustaqbilal$ $qiblati$ $ma’mûman$ $lillâhi$ $ta’âlâ.$
(Aku niat salat sunah tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta’ala).
2. Niat sebagai Imam
$Ushalli$ $sunnatat$ $tarāwīhi$ $rak‘atayni$ $mustaqbilal$ $qiblati$ $adā’an$ $imāman$ $lillāhi$ $ta‘ālā.$
(Aku niat salat sunah tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta’ala).
3. Niat Salat Sendiri (Infirad)
$Ushalli$ $sunnatat$ $tarāwīhi$ $rak‘atayni$ $mustaqbilal$ $qiblati$ $adā’an$ $lillāhi$ $ta‘ālā.$
(Aku niat salat sunah tarawih dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala).
Tata Cara Pelaksanaan Salat Tarawih Sesuai Sunah
Secara umum, tata cara salat tarawih dilakukan setiap dua rakaat sekali salam. Berikut adalah urutan ringkasnya untuk setiap dua rakaat:
- Takbiratul Ihram diikuti dengan pembacaan niat di dalam hati.
- Membaca Surat Al-Fatihah dan dilanjutkan dengan satu surat pendek Al-Qur'an.
- Rukuk hingga sujud dilakukan dengan thuma'ninah (tenang dan tidak terburu-buru).
- Duduk di antara dua sujud dengan doa yang khusyuk.
- Rakaat kedua: ulangi gerakan yang sama seperti rakaat pertama.
- Tasyahud akhir: dilakukan pada akhir rakaat kedua.
- Salam: menoleh ke kanan dan ke kiri.
Ulangi prosedur ini sebanyak jumlah rakaat yang Anda pilih (umumnya 8 atau 20 rakaat), kemudian tutuplah rangkaian ibadah malam Anda dengan salat Witir sebagai pengganjil.
Waktu Terbaik Pelaksanaan Tarawih
Waktu pelaksanaan salat tarawih dimulai tepat setelah Anda menyelesaikan salat Isya dan berakhir sebelum fajar Subuh menyingsing.
Sangat dianjurkan untuk tidak menunda-nunda agar tidak terlewat waktu utama, terutama bagi Anda yang ingin melanjutkan dengan ibadah tadarus Al-Qur'an setelahnya.