fin.co.id - Pemerintah terus mematangkan persiapan pembukaan Sekolah Garuda yang dijadwalkan mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027.
Salah satu daya tarik utama program pendidikan unggulan ini adalah fasilitas kesejahteraan bagi tenaga pendidiknya.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, mengungkapkan bahwa guru dan kepala sekolah yang lolos seleksi akan mendapatkan rumah hunian tapak, selain gaji dan tunjangan yang kompetitif.
Pernyataan tersebut disampaikan Stella melalui akun Instagram pribadinya pada Sabtu, 14 Februari 2026.
Fasilitas Rumah Tapak untuk Guru dan Kepala Sekolah
Menurut Stella, setiap guru yang terpilih mengajar di Sekolah Garuda akan memperoleh rumah tapak seluas 60 meter persegi.
Hunian ini bukan berbentuk asrama, melainkan rumah pribadi yang disiapkan pemerintah agar para pendidik bisa tinggal dengan nyaman bersama keluarga.
“Setiap guru akan mendapatkan rumah tapak, bukan di asrama, rumah tapak 60 meter persegi. Selain itu guru juga akan mendapatkan gaji yang sangat memadai sesuai dengan tanggung jawabnya, setara dengan sekolah-sekolah unggulan di seluruh Indonesia,” ujar Stella.
Sementara itu, fasilitas yang diberikan kepada kepala sekolah lebih besar. Pemerintah menyiapkan rumah tapak seluas 120 meter persegi bagi mereka yang menduduki posisi pimpinan sekolah.
Fasilitas hunian ini disediakan sebagai bentuk dukungan penuh agar tenaga pendidik dapat fokus menjalankan tugas dan membangun kualitas pendidikan tanpa terbebani persoalan tempat tinggal.
Seleksi Dibuka untuk Puluhan Posisi Strategis
Saat ini pemerintah tengah membuka proses seleksi tenaga pendidik dan pimpinan sekolah.
Total formasi yang dibuka meliputi:
-
96 posisi guru
- 20 posisi wakil kepala sekolah dan kepala sekolah