Warga Muhammadiyah di Berbagai Daerah Lakukan Salat Tarawih Perdana

news.fin.co.id - 17/02/2026, 23:44 WIB

Warga Muhammadiyah di Berbagai Daerah Lakukan Salat Tarawih Perdana

fin.co.id - Warga Muhammadiyah di berbagai daerah di Indonesia melaksanakan salat tarawih perdana pada Selasa, 17 Februari 2026 malam. Seperti yang dilakukan warga Muhammadiyah di Provinsi Aceh.

Salat tarawih perdana di Kota Banda Aceh tersebar di empat masjid dan mushalla.

"Kali ini, Muhammadiyah kembali berbeda melaksanakan awal ibadah Ramadhan dengan umat Islam lainnya," kata penceramah Shalat Tarawih di Masjid Taqwa Muhammadiyah Aceh Al Yasa' Abubakar, dikutip Antara.

Yasa' menyampaikan, bagi setiap Muslim, baik yang melaksanakan tarawih sekarang maupun esok malam, semua itu bagian dari ijtihad.

Advertisement

"Apakah malam ini atau malam besok (19/2), semua itu sudah merupakan ijtihad. Baik rukyat maupun hisab (penentuan awal Ramadhan)," ujar mantan Ketua PW Muhammadiyah Aceh itu.

Pimpinan wilayah Muhammadiyah Aceh Aslam Nur mengatakan di Kota Banda Aceh sebagai ibu kota Provinsi Aceh ada empat tempat pelaksanaan tarawih, yakni Masjid Taqwa (gedung dakwah) Muhammadiyah Aceh, Universitas Muhammadiyah Aceh, Panti Asuhan Punge Blang Cut, dan Mushalla Aisyiyah Sukaramai.

"Jadi di semua masjid dan mushalla yang dimiliki oleh Muhammadiyah mulai malam ini sudah kita laksanakan Shalat Tarawih," katanya.

Ratusan Warga Muhammadiyah Semarang Lakukan Salat Tarawih Perdana

Sementara itu, sekitar 500 umat Muslim memadati Masjid At-Taqwa Muhammadiyah Jawa Tengah di kompleks Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Selasa malam, untuk menunaikan salat tarawih perdana.

Salat tarawih dipimpin Imam Muhammad Malikus Sholeh Al Hafidz, sedangkan tausiyah disampaikan Karnadi Hasan, dosen Fakultas Tarbiyah UIN Walisongo Semarang sekaligus Ketua Takmir Masjid At-Taqwa Muhammadiyah Jateng.

Suasana khusyuk menyelimuti malam tarawih perdana Ramadhan 1447 H, menandai awal perjalanan spiritual di bulan suci dengan semangat kebersamaan dan penguatan iman.

Dalam ceramahnya, Karnadi menegaskan bahwa Ramadhan kesempatan pembentukan insan bertaqwa, sebagaimana pesan QS Al-Baqarah ayat 183–185.

Ia menjelaskan bahwa puasa bertujuan membentuk pribadi mutakin, memperdalam pemahaman, dan menumbuhkan syukur.

Advertisement

Menurut dia, puasa bukan sekadar ibadah fisik, tetapi proses pendidikan spiritual yang menumbuhkan kesadaran, empati, dan kedewasaan iman.

Esnoe Faqih Wardhana
Esnoe Faqih Wardhana
Penulis

Penulis FIN.CO.ID