fin.co.id - Ketegangan di Yerusalem Timur kembali meningkat menjelang datangnya Bulan Suci Ramadan. Otoritas Israel dilaporkan melarang imam Masjid Al-Aqsa memasuki kompleks masjid selama satu minggu, hanya beberapa hari sebelum umat Muslim memulai ibadah puasa.
Informasi tersebut dikutip dari laporan Anadolu Agency yang menyebutkan bahwa imam Masjid Al-Aqsa, Sheikh Muhammad Ali Abbasi, ditahan oleh pasukan Israel dan dikenai larangan memasuki area suci tersebut.
Pernyataan resmi disampaikan oleh otoritas setempat di Yerusalem Timur. Namun, tidak dijelaskan secara rinci alasan di balik penahanan maupun pelarangan terhadap tokoh agama tersebut.
Pelarangan ini terjadi di tengah meningkatnya eskalasi keamanan di wilayah Palestina, khususnya di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.
Dalam beberapa waktu terakhir, berbagai kebijakan pembatasan diberlakukan, mulai dari pengetatan akses masuk jemaah hingga peningkatan kehadiran pasukan keamanan di sekitar kompleks Masjid Al-Aqsa.
Situasi ini menambah kekhawatiran umat Muslim, terutama karena Ramadan merupakan periode dengan lonjakan jumlah jemaah yang beribadah di lokasi tersebut.
Masjid Al-Aqsa Situs Suci Umat Islam
Masjid Al-Aqsa merupakan situs tersuci ketiga bagi umat Islam setelah Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah.
Setiap tahunnya, jutaan Muslim dari berbagai negara berupaya datang untuk beribadah, khususnya pada 10 malam terakhir Ramadan.
Namun, kawasan ini juga menjadi salah satu titik paling sensitif dalam konflik Israel-Palestina.
Bagi umat Yahudi, area yang sama dikenal sebagai Bukit Bait Suci. Mereka meyakini lokasi tersebut merupakan tempat berdirinya dua kuil Yahudi pada zaman kuno.
Perbedaan klaim historis dan religius inilah yang kerap memicu ketegangan di kawasan tersebut.
Status Yerusalem Timur Masih Dipersengketakan
Israel menduduki Yerusalem Timur sejak Perang Arab-Israel 1967. Wilayah itu kemudian dianeksasi secara sepihak pada 1980 dengan mendeklarasikan Yerusalem sebagai ibu kota “abadi dan tak terbagi”.