“Kita juga menarik arus balik dari Yogyakarta dan dari Bandung ke sini (Banten),” ujar Tri.
Tekan Kepadatan Lalu Lintas
Tri menegaskan, fokus utama program ini bukan sekadar menyediakan transportasi gratis, tetapi juga sebagai instrumen pengendalian lalu lintas.
Dengan mengalihkan pemudik pengguna kendaraan pribadi ke bus, beban jalan raya—terutama di jalur padat—diharapkan berkurang drastis.
Langkah ini dinilai penting karena setiap musim mudik, jalur penghubung antarprovinsi di Pulau Jawa selalu dipadati kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.
Antisipasi Penumpukan di Pelabuhan
Selain jalur darat, perhatian khusus juga diberikan pada akses menuju pelabuhan penyeberangan. Banten merupakan gerbang utama mobilitas masyarakat antara Jawa dan Pulau Sumatera.
Dua titik krusial yang menjadi fokus pengendalian yakni:
-
Pelabuhan Merak
-
Pelabuhan Ciwandan
Kedua pelabuhan tersebut setiap tahun mengalami lonjakan kendaraan yang signifikan saat arus mudik maupun balik Lebaran.
Karena itu, Dishub Banten juga menyiapkan skema distribusi kendaraan di kawasan pelabuhan guna mencegah antrean panjang, baik di akses tol maupun jalan arteri.
Koordinasi Lintas Instansi
Pemerintah Provinsi Banten tidak bekerja sendiri. Koordinasi lintas sektor terus diperkuat, mulai dari kepolisian, operator pelabuhan, hingga instansi perhubungan pusat.
Tujuannya memastikan rekayasa lalu lintas, jadwal penyeberangan, serta distribusi kendaraan berjalan optimal selama periode Lebaran 2026.
Dengan perencanaan matang, diharapkan kemacetan ekstrem yang kerap terjadi pada tahun-tahun sebelumnya dapat diminimalkan.