IPM Kota Tangerang Diklaim Naik ke Angka 82,41 

news.fin.co.id - 19/02/2026, 12:06 WIB

IPM Kota Tangerang Diklaim Naik ke Angka 82,41 

Ilustrasi/Pexel@IbadBadrul

fin.co.id -  Pemerintah Kota Tangerang mengklaim peningkatan signifikan pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Pada tahun 2025, angka IPM di "Kota Seribu Industri" ini menyentuh 82,41 poin, naik dari tahun sebelumnya yang berada di angka 81,53 poin. Sektor pendidikan menjadi penggerak utama di balik capaian tersebut.

Berdasarkan data terbaru, salah satu variabel utama kenaikan IPM ini adalah Harapan Lama Sekolah (HLS) yang tumbuh dari 13,90 tahun pada 2024 menjadi 13,96 tahun pada 2025.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Tangerang Ruta Ireng Wicaksono menjelaskan bahwa tren positif ini merupakan buah dari konsistensi pemerintah dalam menjaga aksesibilitas pendidikan.

”Capaian ini menjadi indikator kuat bahwa perluasan akses dan peningkatan kualitas pendidikan berjalan efektif serta berdampak langsung terhadap pembangunan sumber daya manusia,” ujar Ruta di Tangerang, Kamis (19/2/2026).

Advertisement

Upaya memperkecil ketimpangan akses pendidikan dilakukan melalui berbagai kanal bantuan biaya. Pemerintah daerah tercatat menyalurkan bantuan biaya pendidikan perguruan tinggi kepada 576 mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Masing-masing mahasiswa menerima stimulus sebesar Rp 6 juta untuk menjamin keberlanjutan studi mereka di jenjang pendidikan tinggi.

Di tingkat pendidikan dasar dan menengah, program sekolah swasta gratis kini telah menjangkau 65 SD/MI serta 74 SMP/MTs swasta. Kebijakan ini diharapkan mampu meringankan beban orang tua sekaligus memeratakan kualitas pendidikan antara sekolah negeri dan swasta.

Selain itu, program unggulan Beasiswa Tangerang Cerdas tetap menjadi pilar utama. Tercatat sebanyak 10.446 siswa jenjang SD/MI menerima bantuan Rp 80.000 per bulan, sementara 5.000 siswa SMP/MTs mendapatkan Rp 100.000 per bulan.

Pemerintah Kota Tangerang juga memberikan perhatian khusus pada pendidikan inklusi. Saat ini, fasilitas pendidikan inklusi telah tersebar di 53 SD dan 17 SMP. Melalui dukungan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) Inklusi, sebanyak 1.298 peserta didik penyandang disabilitas kini dapat mengenyam pendidikan dengan fasilitas yang memadai.

“Dukungan juga kami berikan kepada 18 atlet berprestasi melalui beasiswa khusus, penyediaan angkutan umum gratis bagi pelajar, hingga insentif bagi tenaga pendidik,” tambah Ruta.

Sebagai simbol penguatan literasi, peresmian Perpustakaan Daerah yang baru juga menjadi bagian dari strategi besar peningkatan kualitas pembelajaran masyarakat secara mandiri. Melalui integrasi berbagai program ini, slogan "Gampang Sekolah" di Kota Tangerang bukan lagi sekadar retorika, melainkan upaya konkret menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif, terjangkau, dan berkualitas.

Rikhi Ferdian Herisetiana
Rikhi Ferdian Herisetiana
Penulis

Reporter FIN.CO.ID untuk daerah Tangerang.