Sejumlah barang pribadi milik korban juga diamankan sebagai bagian dari proses penyelidikan. Barang-barang tersebut antara lain sepatu, koper, power bank, telepon seluler, dompet, jam tangan, serta paspor.
Setelah pemeriksaan awal selesai, jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk penanganan lebih lanjut dan memastikan penyebab pasti kematian.
Penyebab Kematian Masih Didalami
Hingga kini, pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan medis untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian KH. Agus menegaskan bahwa proses penyelidikan akan dilakukan secara menyeluruh dan profesional.
“Kami masih mendalami penyebab kematian korban. Hasil pemeriksaan medis akan menjadi dasar untuk memastikan apakah ada faktor kesehatan atau hal lain yang menyebabkan korban meninggal dunia,” ujarnya.
Pihak kepolisian juga telah berkoordinasi dengan kedutaan terkait untuk penanganan lebih lanjut, termasuk proses administrasi dan pemberitahuan kepada keluarga korban di Jepang.
Kunjungan Kerja ke Suzuki Indomobil
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa rombongan korban datang ke Indonesia dalam rangka kunjungan kerja ke perusahaan Suzuki Indomobil di Tambun, Bekasi. Agenda tersebut merupakan bagian dari kerja sama bisnis antara pihak Jepang dan perusahaan otomotif di Indonesia.
Insiden ini membuat agenda kunjungan kerja rombongan tersebut sempat tertunda karena fokus pada penanganan peristiwa dan proses hukum yang berjalan.
Sorotan Keamanan dan Prosedur Hotel
Peristiwa ini juga menjadi perhatian publik terkait prosedur keamanan hotel dan respons cepat terhadap tamu yang tidak memberikan kabar.
Berdasarkan keterangan polisi, pintu kamar dalam kondisi terkunci dari dalam, yang menjadi salah satu indikator awal bahwa tidak ada pihak lain yang masuk secara paksa.
Meski begitu, penyelidikan tetap dilakukan untuk memastikan seluruh kemungkinan. Kepolisian memastikan tidak ada barang korban yang hilang berdasarkan inventarisasi awal di lokasi kejadian.
Kasus meninggalnya WNA di Indonesia biasanya melibatkan koordinasi antara kepolisian, rumah sakit, serta perwakilan diplomatik negara asal. Proses ini mencakup identifikasi resmi, pemeriksaan medis, hingga pengurusan dokumen pemulangan jenazah jika diperlukan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan tambahan terkait hasil autopsi atau penyebab medis yang mendasari kematian korban.