fin.co.id - Citra pariwisata internasional Gunung Bromo sempat tercoreng akibat aksi kriminalitas yang menyasar wisatawan mancanegara. Namun, pelarian pelaku pencurian tujuh koper milik turis asal Thailand akhirnya berakhir di tangan polisi.
Unit Resmob Polres Probolinggo bersama Polsek Sukapura sukses meringkus tersangka berinisial ED beserta istrinya pada Minggu (22/2/2026) petang. Petugas mengamankan pasangan suami istri tersebut di kediaman mereka yang berlokasi di Jalan Bogowonto, Kecamatan Kedupok, Kota Probolinggo.
Kapolres Probolinggo, AKBP M. Wahyudin Latif, mengonfirmasi keberhasilan penangkapan tersebut. Ia menyatakan bahwa tim penyidik saat ini tengah mendalami peran masing-masing pelaku dalam sindikat pencurian ini.
"Betul, kami sudah mengamankan para pelaku yang mencuri tujuh koper milik wisatawan asing asal Thailand. Saat ini tim masih melakukan proses pemeriksaan dan pengembangan untuk mengungkap kasus ini secara tuntas," tegas AKBP Wahyudin Latif saat dikonfirmasi.
Aksi pencurian ini sebelumnya terjadi pada Minggu pagi 15 Februari 2026) di area parkir depan Pendopo Sukapura, Desa Wonotoro. Lokasi kejadian yang berada tepat di sebelah Museum Tengger merupakan titik krusial bagi wisatawan yang hendak menikmati keindahan Gunung Bromo.
Pihak kepolisian menaruh perhatian khusus pada kasus ini karena berdampak langsung pada rasa aman wisatawan asing. Selain memeriksa para tersangka secara intensif, Satreskrim Polres Probolinggo juga tengah menelusuri keberadaan seluruh barang bukti koper yang sempat raib.
Jika tidak ada kendala, Polres Probolinggo berencana membeberkan detail kronologi serta motif pelaku dalam konferensi pers yang dijadwalkan pada Selasa 24 Februari 2025..
"Sabar, kalau semua sudah clear, hari Selasa akan kami gelar rilis pers terkait kasus pencurian di wilayah Sukapura ini," tambah Kapolres.
Menyusul kejadian ini, kepolisian berjanji akan memperketat pengamanan di titik-titik rawan kawasan Bromo. Langkah ini bertujuan untuk menjamin kenyamanan para pelancong, terutama wisatawan mancanegara yang menjadi tulang punggung ekonomi kreatif di wilayah Tengger.