Kini, namanya kembali mencuat karena disebut memiliki kedekatan dengan Presiden Prabowo Subianto.
Meski belum ada klarifikasi resmi mengenai spekulasi tersebut, perbincangan publik terus bergulir.
Dari Diplomat ke Dunia Investasi Global
Setelah meninggalkan pemerintahan AS pada 2004, Brooks beralih ke sektor swasta dengan mendirikan perusahaan konsultan yang membantu ekspansi korporasi multinasional Amerika ke pasar Asia.
Saat ini, ia menjabat sebagai Senior Advisor di TPG Capital, perusahaan ekuitas swasta global dengan portofolio investasi bernilai miliaran dolar.
Brooks juga berperan sebagai Adjunct Senior Fellow untuk Asia di Council on Foreign Relations, lembaga think tank bergengsi di New York.
Tak hanya itu, ia terlibat dalam The Rise Fund, kendaraan investasi berdampak sosial milik TPG—yang salah satu dewan pengarahnya adalah vokalis U2, Bono.
Ia juga pernah duduk sebagai anggota dewan Humane Society International, organisasi internasional perlindungan hewan.
Sebagai pengamat kebijakan, Brooks rutin menulis analisis mengenai dinamika Asia Tenggara.
Sejumlah tulisannya terbit di platform global seperti Foreign Affairs dan situs resmi Council on Foreign Relations.
Beberapa Publikasinya Antara Lain:
- Indonesia's Election Exposes Growing Religious Divide (2019)
- Six Markets to Watch: Indonesia and the Philippines (2014)
- Is Indonesia Bound for the BRICS? (2011)
Tulisannya kerap membahas demokrasi, dinamika politik domestik Indonesia, hingga prospek ekonomi kawasan.
Mencuatnya nama Karen Brooks menunjukkan bagaimana figur global dengan latar belakang diplomasi dan investasi bisa menjadi sorotan publik domestik ketika dikaitkan dengan isu politik atau proyek strategis.
Terlepas dari spekulasi yang berkembang, rekam jejaknya memperlihatkan profil seorang profesional yang telah lama berkecimpung dalam hubungan internasional, kebijakan keamanan, dan investasi lintas negara.