Timur Tengah Memanas! Iran Minta Bantuan Rusia dan China Usai Dibombardir Israel-AS, Negosiasi Rudal Canggih Terus Berjalan!

news.fin.co.id - 02/03/2026, 10:52 WIB

Timur Tengah Memanas! Iran Minta Bantuan Rusia dan China Usai Dibombardir Israel-AS, Negosiasi Rudal Canggih Terus Berjalan!

Alih-alih menghentikan kerja sama, kedua negara justru melanjutkan negosiasi persenjataan dengan Iran.

Apa Bentuk Bantuan Militer yang Diminta Iran?

1. Sistem Anti-Pesawat 9K336 Verba dari Rusia

Menurut laporan 22 Februari dari Financial Times, Iran membuka dialog dengan Moskow untuk sistem anti-pesawat portabel 9K336 Verba.

Advertisement

9K336 Verba adalah sistem pertahanan udara jarak pendek yang dioperasikan dari bahu (MANPADS). Pada Desember 2025, kedua pihak disebut telah menandatangani kontrak senilai €495 juta (sekitar US$584 juta).

Kesepakatan itu mencakup:

  • 500 unit peluncur

  • 2.500 rudal 9M336

  • Pengiriman dalam tiga gelombang antara 2027–2029

Beberapa unit dilaporkan mungkin telah tiba lebih awal.

Verba dirancang untuk menargetkan helikopter dan drone pada ketinggian 10 hingga 4.500 meter, dengan jarak jangkau hingga 6,5 kilometer. Jika benar dioperasikan secara luas, sistem ini akan memperkuat pertahanan udara taktis Iran terhadap ancaman serangan udara rendah.

2. Rudal Anti-Kapal CM-302 dari China

Pada 24 Februari, laporan lain mengungkapkan Iran tengah menegosiasikan pembelian rudal anti-kapal CM-302 dari Beijing.

CM-302 missile merupakan versi ekspor dari rudal YJ-12 milik China. Rudal ini mampu melaju dengan kecepatan supersonik dan memiliki jangkauan hingga 290 kilometer.

Dengan kemampuan tersebut, CM-302 berpotensi menjadi ancaman serius bagi kapal perang dan jalur pelayaran di Teluk Persia dan Selat Hormuz.

Negosiasi ini disebut sudah dimulai sejak 2024 dan semakin intensif pada musim panas 2025. Meski belum ada kontrak resmi, kedua pihak dikabarkan “hampir” mencapai kesepakatan.

Namun, menurut sumber Reuters, Beijing masih mempertimbangkan implikasi politik regional sebelum menyetujui penjualan tersebut, terutama mengingat potensi aksi militer AS di kawasan.

Advertisement
Derry Sutardi
Derry Sutardi
Penulis

Redaktur Pelaksana FIN.CO.ID