Alasan UEA dan Qatar Desak Donald Trump Stop Operasi Militer ke Iran

news.fin.co.id - 03/03/2026, 20:42 WIB

Alasan UEA dan Qatar Desak Donald Trump Stop Operasi Militer ke Iran

Photo file: Korea Utara pada Senin (6/1/2025) meluncurkan rudal balistik pertama di tahun 2025 ke arah Laut Timur, yang juga dikenal sebagai Laut Jepang, hanya dua pekan menjelang pelantikan Presiden AS terpilih Donald Trump. /ANTARA/Anadolu/

Kantor berita Fars melalui saluran Telegramnya yang dikutip TASS melaporkan bahwa markas Badan Intelijen Pusat AS (CIA) di Dubai menjadi sasaran rudal Iran. Selain itu, serangan juga dilaporkan menyasar Bandara Internasional Dubai dan melukai empat orang.

Menurut pernyataan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), pangkalan udara AS Al Minhad di UEA juga diserang menggunakan enam drone dan lima rudal balistik.

Qatar Bantah Isu Stok Patriot Habis

Menanggapi laporan Bloomberg soal krisis stok rudal Patriot, Qatar membantah keras tudingan tersebut. Dalam pernyataan resmi, Kantor Media Internasional Qatar menyebut persediaan rudal pencegat tetap mencukupi dan angkatan bersenjata berada dalam kesiapan penuh.

Advertisement

Pemerintah Qatar bahkan menyebut laporan itu sebagai “informasi palsu” yang diterbitkan tanpa verifikasi memadai di tengah periode yang sangat sensitif.

Otoritas Qatar juga menyatakan sedang meninjau opsi hukum untuk memastikan informasi yang dianggap keliru tersebut dikoreksi.

Diplomasi atau Perang Berkepanjangan?

Langkah lobi diam-diam UEA dan Qatar menunjukkan kekhawatiran nyata negara-negara Teluk terhadap konflik yang berlarut-larut. Mereka berada di posisi sulit: menjadi tuan rumah aset militer AS, tetapi juga rentan menjadi sasaran balasan Iran.

Jika operasi militer AS diperpanjang hingga berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan, risiko eskalasi regional dan gangguan energi akan semakin besar. Jalur pelayaran, fasilitas LNG, dan pangkalan militer bisa terus menjadi target. (*)

Derry Sutardi
Derry Sutardi
Penulis

Redaktur Pelaksana FIN.CO.ID