fin.co.id - Bahrain dan Qatar mengklaim sistem pertahanan udara mereka telah mencegat dan menghancurkan total lebih dari 170 rudal dan puluhan drone yang diluncurkan dari Iran selama tiga hari terakhir.
Komando Umum Angkatan Pertahanan Bahrain mengatakan, sistem pertahanan udaranya telah menghancurkan dan menembak jatuh 70 rudal dan 76 drone yang diluncurkan dari Iran sejak serangan dimulai pada akhir pekan lalu.
"Kami bertekad menghadapi semua serangan teroris Iran yang terus secara acak menargetkan berbagai wilayah kerajaan dengan rudal dan drone," sebut pernyataan komando tersebut, Selasa, 3 Maret 2026.
"Agresi teroris yang sedang berlangsung menyebabkan kerusakan material pada properti dan infrastruktur sipil," lanjut pernyataan tersebut.
Pernyataan itu menggambarkan penargetan warga sipil dan objek sipil yang "acak dan berlebihan" sebagai pelanggaran mencolok terhadap prinsip-prinsip hukum humaniter internasional dan Piagam PBB.
Pada pagi ini, Kementerian Dalam Negeri Bahrain mendesak warganya untuk menuju ke lokasi aman terdekat setelah sirene serangan udara berbunyi.
Media Arab, termasuk Al Arabiya, melaporkan bahwa Bahrain mencegat target udara Iran di atas ibu kota Manama, di mana ledakan terdengar di daerah tersebut.
Qatar Deteksi Peluncuran Rudal-rudal Iran
Secara terpisah, Kementerian Pertahanan Qatar mengaku telah mendeteksi peluncuran tiga rudal jelajah, 101 rudal balistik, dan 39 drone bunuh diri menuju wilayah udaranya sejak serangan dimulai.
Menurut Kemenhan Qatar, semua rudal dan 24 drone telah dicegat, tetapi tidak diungkapkan apakah drone yang tersisa menyebabkan kerusakan atau korban jiwa.
Kementerian Qatar juga mengatakan pasukan menangani ancaman tersebut segera setelah terdeteksi sesuai dengan rencana operasional yang telah disetujui sebelumnya.
Qatar mengklaimi Angkatan Bersenjata mereka memiliki kemampuan penuh untuk melindungi kedaulatan dan wilayah negara.