fin.co.id - Administrasi kepresidenan Turki angkat bicara terkait kabar yang beredar mengenai dugaan serangan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di negara tersebut.
Pada Senin 2 Maret, pihaknya secara tegas membantah informasi itu dan memastikan bahwa tidak ada pangkalan militer asing yang berdiri di wilayah Turki.
Dalam pernyataan resminya, pemerintah menepis kabar yang ramai beredar di media sosial.
"Klaim yang tersebar di media sosial tentang 'pangkalan militer AS diserang di Turki' tidak benar. Tidak ada pangkalan militer di Turki yang dimiliki oleh negara mana pun," demikian pernyataan.
Pemerintah Turki juga menegaskan bahwa seluruh wilayah udara, darat, dan laut berada sepenuhnya di bawah kendali negara, termasuk seluruh fasilitas militernya.
"Tidak ada serangan terhadap negara kami. Laporan yang dibuat untuk menggambarkan Turki sebagai pihak dalam konflik regional adalah upaya disinformasi terang-terangan," katanya.
Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan setelah pada Sabtu (28/2) Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk Teheran. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan dan korban sipil.
Sebagai respons, Iran meluncurkan serangan balasan berupa rudal ke wilayah Israel serta menargetkan infrastruktur militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. *