Langkah ini krusial untuk menjaga ketersediaan LPG bagi masyarakat dan industri.
Dampak Finansial: Hitung Ulang Beban Subsidi, Raih Peluang Pendapatan
Kenaikan harga minyak mentah dunia tentu memberikan dampak langsung yang signifikan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Saat ini, asumsi harga minyak mentah Indonesia (*Indonesian Crude Price* - ICP) dipatok pada angka 70 dolar AS per barel.
Namun, kenyataannya harga di pasar global telah melonjak tajam, berada di kisaran 78 hingga 80 dolar AS per barel.
Lonjakan ini tentu menambah beban subsidi energi yang harus ditanggung oleh negara.
Namun, di balik tantangan tersebut, Bahlil melihat ada sisi positif dari kenaikan harga minyak mentah global.
Dengan produksi minyak nasional yang mencapai sekitar 600 ribu barel per hari, lonjakan harga minyak global turut mendongkrak penerimaan negara dari sektor hulu migas.
Pemerintah saat ini tengah menghitung dengan cermat keseimbangan antara beban subsidi yang membengkak dengan tambahan pendapatan dari sektor hulu migas.
"Nah selisih ini yang sedang kita hitung," tutup Bahlil, menekankan komitmen pemerintah untuk menjaga keseimbangan fiskal di tengah gejolak pasar energi global yang sedang tidak menentu. - Nungki Kartika Sari/Disway -