fin.co.id - Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menyampaikan, Indonesia telah menjalin komunikasi dengan Amerika Serikat (AS) dan Iran terkait tawaran untuk memfasilitasi perundingan damai di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
"Saya berkomunikasi dengan kedua belah pihak, pihak AS dan pihak Iran. Kita tunggu bagaimana nanti, karena dia mengatakan akan lihat situasinya beberapa hari dan beberapa minggu ke depan," ujar Sugiono, Rabu, 4 Maret 2026.
Sugiono menambahkan, Indonesia telah menyampaikan niat tersebut secara langsung melalui komunikasi telepon dengan Menteri Luar Negeri Iran, **Abbas Araghchi**. Dalam pembicaraan itu, ia menekankan pentingnya semua pihak kembali ke meja perundingan.
"Yang pasti kami menyampaikan lagi keinginan dari Bapak Presiden untuk menjadi mediator dalam upaya mendinginkan dan menurunkan eskalasi di wilayah tersebut. Dan ini merupakan pandangan-pandangan yang juga beliau (Araghchi) terima," imbuh Sugiono.
Ia menegaskan bahwa langkah Indonesia didasari komitmen untuk mengambil peran konstruktif dalam merespons konflik. Diplomasi dan dialog dianggap sebagai jalan terbaik untuk menurunkan ketegangan dan mengakhiri konflik.
"Yang pasti Indonesia ingin ada dalam posisi bahwa bagaimana kita bisa menjadi jembatan perbedaan, menawarkan kesiapan kita, menawarkan diri kita," kata Sugiono.
Situasi di kawasan Timur Tengah memanas setelah serangan Israel dan AS terhadap Iran pada Sabtu pekan lalu, yang kemudian dibalas oleh Teheran dengan serangan ke Israel dan beberapa pangkalan militer AS.
Indonesia menyatakan penyesalan atas gagalnya perundingan yang berujung eskalasi militer dan menyerukan seluruh pihak untuk menahan diri serta mengedepankan jalur diplomasi.
Selain itu, Indonesia menyatakan kesiapan memfasilitasi dialog untuk menciptakan kembali kondisi keamanan yang kondusif. Kementerian Luar Negeri menegaskan, jika kedua pihak menyetujui, Presiden Indonesia bersedia bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi.
Anisha Aprilia/Disway