fin.co.id - Pemerintah Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, menggeber perbaikan jalan sepanjang 117 kilometer di 30 titik strategis menjelang Lebaran 2026.
Langkah ini diprioritaskan untuk memastikan arus mudik tetap lancar, sekaligus memberi kenyamanan bagi masyarakat yang memakai jalur lokal.
Bupati Majalengka, Eman Suherman mengatakan, percepatan proyek bertujuan menyelesaikan mayoritas pekerjaan sebelum puncak arus mudik dan silaturahmi Lebaran.
"Kita kejar sebelum Lebaran. Harapannya masyarakat bisa menikmati jalan yang lebih baik saat mudik dan silaturahmi. Walaupun ada yang belum selesai, sisanya kita lanjutkan setelah Lebaran," kata Eman Suherman.
Ia menegaskan, mayoritas hasil perbaikan harus dirasakan langsung oleh warga saat mereka bepergian di musim liburan lebaran 2026 kali ini.
Total anggaran yang disiapkan untuk perbaikan mencapai Rp143 miliar, bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Majalengka.
Skema pengadaan dilakukan secara langsung, agar proses administrasi dan pelaksanaannya berjalan lebih cepat tanpa menghambat kualitas.
Menurut Eman, percepatan pengerjaan tidak boleh mengorbankan mutu konstruksi meskipun waktu pelaksanaannya dipadatkan.
"Kualitasnya harus bagus. Tidak boleh ada praktik diperjualbelikan atau main tangan. Ini uang rakyat," jelasnya
Ia meminta para kontraktor dan penyedia jasa konstruksi menjaga profesionalisme serta hasil pekerjaan supaya kuat dan tahan lama.
Untuk memastikan kualitas sesuai standar, Pemkab Majalengka juga memperketat pengawasan. Dinas teknis diminta langsung turun ke lapangan, guna memantau progres serta mutu di setiap lokasi perbaikan.
"Kita tidak ingin asal cepat tapi mutunya jelek. Lebih baik terukur, tapi hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat," ucapnya.
Saat ini berbagai titik rusak sudah mulai ditangani melalui strategi mulai dari tambal sulam hingga peningkatan struktur jalan sesuai kebutuhan masing-masing ruas.
Alat berat dan pekerja terlihat aktif memperbaiki jalur yang sering dilalui masyarakat, serta kendaraan angkutan komoditas lokal.
Eman menambahkan bahwa bila ada ruas yang belum tuntas sebelum Lebaran, sisanya akan diteruskan setelah hari raya berakhir. Namun, fokus utama tetap memastikan jalur prioritas siap dilintasi.