Siswa MIN 2 Bengkulu Utara Meninggal Usai Santap MBG, Polisi: Adanya Pendarahan di Kepala, Tidak Terkait Makanan

news.fin.co.id - 04/03/2026, 08:47 WIB

Siswa MIN 2 Bengkulu Utara Meninggal Usai Santap MBG, Polisi: Adanya Pendarahan di Kepala, Tidak Terkait Makanan

Konferensi pers oleh Polres Bengkuluu Utara. (Dok humaspolresbengkuluutara)

fin.co.id -  Beberapa hari lalu seorang anak penerima manfaat makanan gisi gratis (MBG) di Kabupaten Bengkulu Utara meninggal dunia setelah mengonsumsmi MBG.

Menyikapi informasi tersebut, Polres Bengkulu Utara memberikan penjelasan resmi melalui konferensi pers pada Selasa malam, 3 Maret 2026.

Kapolres Bengkulu Utara AKBP Bakti Kautsar Ali memaparkan bahwa peristiwa itu bermula pada Kamis pagi, 26 Februari 2026.

Korban berinisial MS, 8 tahun, warga Desa Giri Kencana, Kecamatan Ketahun, menerima paket MBG berupa burger.

Advertisement

Sekitar pukul 12.00 WIB, ia pulang ke rumah dan menyantap makanan tersebut. Kurang lebih 30 menit setelah makan, korban mengeluhkan pusing kepada ibunya sebelum akhirnya tidak sadarkan diri.

Saat dilarikan ke Rumah Sakit Lagita Ketahun untuk mendapatkan pertolongan, korban mengalami muntah dan kejang. Setibanya di rumah sakit, kondisinya masih tidak sadar dan langsung mendapat penanganan medis.

“Kejadian itu memang ada, ini bermula dari tanggal 26 Februari MS menerima MBG berupa Burger. Kemudian setelah mengkonsumsinya sekitar 30 menit setelah itu ia mengeluhkan sakit kepala dan pingsan, " katanya.

Pada Jumat, 27 Februari 2026, kondisi korban terus menurun sehingga dirujuk ke Rumah Sakit Tiara Sella Bengkulu. Di sana, tim medis melakukan pemeriksaan lanjutan dengan CT Scan guna mengetahui penyebab kejang yang dialami korban.

Sehari kemudian, Sabtu, 28 Februari 2026, korban menjalani operasi di bagian kepala selama kurang lebih satu jam. Usai tindakan operasi, ia dipindahkan ke ruang perawatan. Namun kondisi kesehatannya tidak kunjung membaik dan terus menurun hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada pukul 21.42 WIB.

"Korban ini juga dirujuk ke Rumah Sakit Tiara Sella untuk dilakukan CT Scan. Setelah itu korban menjali operasi, namun setelahnya kondisi korban justru semakin memburuk hingga akhirnya meninggal dunia, " ujarnya.

Kapolres Bengkulu Utara menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan medis, penyebab kematian korban adalah pendarahan dan penggumpalan cairan di kepala yang mengakibatkan henti jantung serta henti napas. Sementara itu, hasil uji laboratorium BPOM Provinsi Bengkulu terhadap sampel makanan MBG yang diambil dari dapur SPPG Giri Kencana menunjukkan tidak ditemukan zat berbahaya.

"Kematian korban ini dikarenakan adanya pendarahan dan penggumpalan cairan di kepala, jadi tidak ada kaitannya dengan menu MBG. Karena menu yang dikonsumsi korban telah dilakukan uji lab dan dinyatakan aman dari zat berbahaya," ucapnya.

Adapun paket MBG yang dibagikan pada Kamis, 26 Februari 2026 tersebut berisi roti, pisang, kurma, dan kacang. Total 1.843 paket didistribusikan ke tujuh sekolah, mulai dari tingkat TK, SD, MI, MTs, MAN hingga SMA Negeri.

Advertisement
Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca