TEGANG! Jenderal Iran Sebut Netanyahu TARGET UTAMA, Donald Trump GILIRAN Berikutnya

news.fin.co.id - 04/03/2026, 20:48 WIB

TEGANG! Jenderal Iran Sebut Netanyahu TARGET UTAMA, Donald Trump GILIRAN Berikutnya

Jenderal Iran Sebut Netanyahu TARGET UTAMA, Donald Trump GILIRAN Berikutnya

Fin.co.id - Salah satu tokoh militer paling berpengaruh di Iran, Mayor Jenderal Yahya Rahim Safavi, menegaskan aparat intelijen Teheran secara ketat memantau target strategis Israel dan Amerika Serikat.

Target utamanya disebut adalah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Selanjutnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Dalam wawancara yang disiarkan televisi pemerintah dan dikutip oleh Intellinews pada 3 Maret 2026, Safavi mengklaim mengetahui lokasi pertemuan Benjamin Netanyahu.

“Kami mengetahui lokasi pertemuan Netanyahu. Basis data intelijen kami lengkap,” ujar Safavi.

Advertisement

Pernyataan tersebut memicu sorotan global, mengingat ketegangan Iran–Israel yang belum mereda sejak konflik bersenjata singkat pada pertengahan 2025.

Klaim Intelijen dan Peningkatan Militer

Safavi, yang pernah menjabat sebagai panglima tertinggi Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) pada periode 1997–2007, menekankan Iran tidak lengah terhadap potensi ancaman lanjutan.

Ia menyebut operasi gabungan Amerika Serikat dan Israel sebelumnya didasarkan pada “penilaian strategis yang keliru” terhadap kondisi Iran yang dianggap melemah.

“Serangan mereka menghantam bangunan kosong tanpa pasukan dan tanpa personel di dalamnya,” jelasnya.

Menurut Safavi, Teheran telah meningkatkan kemampuan rudal dan drone ofensif secara signifikan sejak konflik tersebut.

Dalam pernyataannya, Safavi juga menyinggung Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Ia menyebut Trump sebagai figur yang dinilai terlalu berpihak pada kepentingan Israel.

Safavi mengklaim sejumlah politisi di AS mempertanyakan alasan penggunaan dana pajak dan keterlibatan militer untuk mendukung kebijakan Israel.

Pernyataan ini mencerminkan narasi lama Teheran yang mengkritik kedekatan hubungan Washington–Tel Aviv.

Advertisement

Dinamika Politik dan Keamanan Iran

Konflik singkat antara Iran dan Israel pada Juni 2025 disebut sebagai titik balik. Safavi menyatakan setelah periode tersebut, Iran meningkatkan kemampuan sistem pertahanannya hingga “sepuluh kali lipat” dalam aspek tertentu.

Rizal Husen
Rizal Husen
Penulis

Penulis FIN.CO.ID