Prediksi BMKG! 46% Wilayah Indonesia Bakal Masuk Kemarau Lebih Awal Tahun 2026, Wilayah Mana Saja?

news.fin.co.id - 06/03/2026, 17:39 WIB

Prediksi BMKG! 46% Wilayah Indonesia Bakal Masuk Kemarau Lebih Awal Tahun 2026, Wilayah Mana Saja?

Ilustrasi kemarau. (pixabay)

fin.co.id - Musim kemarau tahun 2026 diperkirakan akan datang lebih cepat dari biasanya di berbagai wilayah Indonesia.

Kondisi ini menjadi perhatian serius karena berpotensi memicu kekeringan lebih dini, terutama di sektor pertanian dan pengelolaan sumber daya air.

Prediksi tersebut disampaikan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang memantau perkembangan dinamika iklim global.

Advertisement

Berakhirnya fenomena La Niña lemah pada Februari 2026 menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi perubahan pola cuaca di Indonesia.

Setelah fase tersebut berakhir, kondisi iklim global diperkirakan memasuki fase netral, dengan kemungkinan berkembang menuju El Niño pada pertengahan tahun 2026.

Menurut Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, pemantauan terhadap anomali suhu laut di kawasan Pasifik menunjukkan bahwa indeks ENSO saat ini berada di angka minus 0,28. Angka tersebut masih tergolong dalam kondisi netral dan diperkirakan bertahan hingga Juni 2026.

Namun, kondisi ini tetap perlu diwaspadai karena peluang terbentuknya El Niño kategori lemah hingga moderat pada semester kedua 2026 diperkirakan mencapai 50 hingga 60 persen.

“Pemantauan kami menunjukkan kondisi ENSO masih netral, tetapi ada kemungkinan berkembang menjadi El Niño pada pertengahan hingga akhir tahun,” ujar Faisal.

Tanda Awal Musim Kemarau Mulai Terlihat

BMKG menjelaskan bahwa salah satu indikator dimulainya musim kemarau adalah perubahan arah angin dari Monsun Asia yang membawa angin baratan menuju Monsun Australia yang membawa angin timuran.

Perubahan pola angin tersebut biasanya menandai berkurangnya curah hujan di wilayah Indonesia.

Berdasarkan catatan BMKG, sekitar 114 zona musim atau 16,3 persen wilayah Indonesia diperkirakan mulai memasuki musim kemarau pada April 2026.

Advertisement

Jumlah tersebut kemudian meningkat menjadi:

  • 184 zona musim (26,3 persen) pada Mei 2026

  • 163 zona musim (23,3 persen) pada Juni 2026

Derry Sutardi
Derry Sutardi
Penulis

Redaktur Pelaksana FIN.CO.ID