Artinya, secara bertahap sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki fase kemarau lebih awal dibandingkan pola iklim normal.
Jika dibandingkan dengan rata-rata historis, sekitar 325 zona musim atau 46,5 persen wilayah Indonesia diperkirakan mengalami awal kemarau yang lebih cepat dari biasanya.
Sementara itu:
-
173 zona musim (24,7 persen) diprediksi mengalami kemarau sesuai pola normal
-
72 zona musim (10,3 persen) diperkirakan mengalami keterlambatan musim kemarau
Wilayah yang Berpotensi Mengalami Kemarau Lebih Awal
BMKG mencatat sejumlah wilayah di Indonesia yang berpotensi mengalami musim kemarau lebih cepat dibandingkan biasanya.
Wilayah tersebut antara lain meliputi:
-
Sebagian besar Sumatra
-
Wilayah Pulau Jawa
-
Bali dan Nusa Tenggara
-
Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur
-
Sebagian besar Sulawesi
-
Beberapa wilayah di Maluku dan Papua
Percepatan musim kemarau ini berpotensi memengaruhi aktivitas pertanian, ketersediaan air, hingga risiko kebakaran hutan dan lahan di berbagai daerah.
Puncak Musim Kemarau Diperkirakan Agustus 2026
BMKG memproyeksikan bahwa puncak musim kemarau di Indonesia akan terjadi pada Agustus 2026.
Sekitar 429 zona musim atau 61,4 persen wilayah Indonesia diperkirakan mengalami kondisi paling kering pada bulan tersebut.
Selain itu:
-
12,6 persen wilayah diperkirakan mencapai puncak kemarau pada Juli 2026
-
14,3 persen wilayah diperkirakan mencapai puncak kemarau pada September 2026
Puncak kemarau pada Agustus diperkirakan akan meluas hingga ke berbagai wilayah di Kalimantan dan Sulawesi.