Sementara itu, beberapa wilayah seperti Sulawesi bagian utara dan timur serta sebagian wilayah Maluku diperkirakan masih merasakan puncak kemarau hingga September.
Musim Kemarau Diprediksi Lebih Kering dan Lebih Lama
Tidak hanya datang lebih cepat, musim kemarau tahun ini juga diprediksi akan lebih kering dibandingkan kondisi normal.
BMKG memperkirakan sekitar 451 zona musim atau 64,5 persen wilayah Indonesia akan mengalami kondisi kemarau yang lebih kering dari biasanya.
Sementara itu:
-
245 zona musim (35,1 persen) diprediksi mengalami kemarau normal
-
Hanya 3 zona musim (0,4 persen) yang kemungkinan mengalami kemarau lebih basah
Wilayah yang berpotensi mengalami kemarau sedikit lebih basah berada di Gorontalo dan Sulawesi Tenggara.
Selain itu, BMKG juga memperkirakan bahwa sekitar 57,2 persen wilayah Indonesia akan mengalami durasi musim kemarau yang lebih panjang dibandingkan rata-rata normal.
BMKG Ingatkan Sektor Pertanian dan Pengelolaan Air
BMKG menegaskan bahwa peringatan dini mengenai kondisi iklim harus segera diterjemahkan menjadi langkah nyata di berbagai sektor.
Salah satu sektor yang paling terdampak adalah pertanian.
Petani disarankan untuk:
-
Menyesuaikan jadwal tanam dengan kondisi iklim terbaru
-
Memilih varietas tanaman tahan kekeringan
-
Menggunakan tanaman dengan masa panen lebih singkat
-
Mengoptimalkan penggunaan air irigasi
Selain sektor pertanian, pengelolaan sumber daya air juga perlu diperkuat.
Langkah yang disarankan antara lain: