fin.co.id - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah akibat konflik Iran dan Israel memicu kekhawatiran global, termasuk potensi dampaknya terhadap ekonomi dan pasokan pangan.
Namun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan bahan pokok.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan, stok pangan di ibu kota masih dalam kondisi aman meski situasi global sedang tidak stabil.
"Jadi untuk Jakarta, hal yang mencakup kebutuhan pokok, mulai dari beras, daging, cabai merah keriting, dan yang lain-lain, kami menggaransi aman. Bahkan kelebihan stok sebenarnya,” kata Pramono di kawasan Jakarta Selatan.
Menurutnya, berbagai komoditas utama seperti beras, daging, hingga cabai saat ini tersedia dalam jumlah yang cukup, bahkan lebih dari kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri.
Pernyataan ini sekaligus merespons kekhawatiran publik terhadap dampak konflik internasional, yang dapat memengaruhi harga komoditas pangan di dalam negeri.
Harga Bahan Pokok Masih Stabil
Selain memastikan ketersediaan stok, pemerintah juga memantau pergerakan harga di pasar-pasar utama Jakarta.
Hingga saat ini, belum terlihat lonjakan signifikan pada harga kebutuhan pokok.
Pemprov DKI juga telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi, mulai dari penguatan koordinasi dengan BUMD pangan, distributor, hingga pengawasan pasar.
"Saya menyampaikan kepada jajaran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk kita selalu berpikir tentang krisis. Sehingga kalau ada kekurangan, misalnya produk-produk tertentu, kita harus mempersiapkan untuk itu,” ucapnya.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan masyarakat dapat menjalani Ramadan dan merayakan Idulfitri dengan tenang.
Warga Diminta Tidak Panic Buying
Di tengah situasi global yang tidak menentu, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan panic buying.
Pemerintah menegaskan stok bahan pokok di Jakarta masih mencukupi dan distribusi pangan berjalan normal.