fin.co.id - Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth mengatakan, militer AS memiliki amunisi yang cukup untuk mendukung serangan yang sedang berlangsung melawan Iran. Ia juga menolak anggapan bahwa pasukan AS akan menghadapi kondisi kekurangan amunisi saat operasi berlanjut.
Berbicara di markas Komando Pusat AS (CENTCOM) di Tampa, Florida, bersama komandan CENTCOM Laksamana Brad Cooper, Kamis, 5 Maret 2026, Hegseth mengatakan kepemimpinan Iran telah salah perhitungan jika mereka percaya Washington tidak dapat mempertahankan laju operasi.
“Iran berharap kita tidak dapat mempertahankan ini (intensitas serangan), yang merupakan kesalahan perhitungan yang sangat buruk bagi IRGC (Korps Garda Revolusi Islam) di Iran,” kata Hegseth.
“Tidak ada kekurangan kemauan Amerika di sini,” tambahnya. Hegseth menegaskan, persediaan senjata ofensif dan defensif AS memungkinkan serangan terus berlanjut “selama diperlukan untuk memastikan AS mencapai tujuan ini.”
Hegseth mengatakan, pasukan AS telah melakukan "serangan yang menghancurkan dan tepat sasaran" pada hari-hari awal operasi, termasuk tindakan yang menurutnya telah membuat sebagian besar Angkatan Laut Iran "tidak efektif dalam pertempuran".
Ia juga mengklaim, serangan yang dilancarkan AS telah menetralisir situs dan peluncur rudal, dan membangun superioritas udara di atas area tempat pasukan AS beroperasi.
"Kemampuan kami baru saja mulai bertempur dan bertempur secara menentukan," katanya. Menurutnya, jumlah kekuatan tempur yang dapat diproyeksikan AS dan Israel ke Iran "berlipat ganda dari apa yang ada saat ini."
Hegseth Membantah Laporan Jatuhnya Jet Tempur AS
Hegseth juga membantah laporan bahwa Iran telah menembak jatuh jet tempur F-15 AS, dengan mengatakan Teheran menyebarkan informasi yang salah.
"Iran melakukan segala yang mereka bisa untuk menyebarkan kebohongan, penipuan, dan penggelembungan angka dan kenyataan, sebagian besar untuk melakukan propaganda kepada rakyat mereka sendiri," katanya.
Cooper mengatakan kekuatan militer AS di kawasan itu meningkat sementara kemampuan Iran menurun.
"Dominasi udara kita memungkinkan kita untuk menyerang pusat gravitasi Iran dengan kekuatan dan jangkauan yang luar biasa," tambahnya.
Menurut Cooper, pesawat-pesawat pembom AS menyerang hampir 200 target di dalam Iran selama 72 jam terakhir, termasuk lokasi-lokasi di sekitar Teheran.
“Hanya dalam satu jam terakhir, pesawat pembom B-2 AS menjatuhkan puluhan bom penetrator seberat 2.000 pon yang menargetkan peluncur rudal balistik yang terkubur dalam-dalam,” katanya.