fin.co.id - Jumlah korban meninggal dunia akibat longsor sampah di TPST Bantargebang, Kota Bekasi, kembali bertambah. Tim pencarian menemukan satu korban lagi pada Senin siang (9/3/2026), sehingga total korban tewas kini menjadi lima orang.
Petugas SAR menemukan korban sekitar pukul 12.05 WIB dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah korban kemudian langsung dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Pejabat Humas Kantor SAR Jakarta, Ramli Prasetyo, menjelaskan bahwa proses pencarian masih terus dilakukan karena beberapa korban dilaporkan masih hilang.
“Sekitar pukul 12.05 WIB satu korban kembali ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dibawa menuju RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi,” ujar Ramli, Senin (9/3/2026).
Longsor Sampah Terjadi Secara Tiba-Tiba
Peristiwa longsor sampah tersebut terjadi pada Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Gunungan sampah di area TPST Bantargebang tiba-tiba runtuh dan menimbun sejumlah fasilitas di sekitar lokasi.
Menurut keterangan Kusumo, Kapolres Metro Bekasi Kota, kejadian bermula ketika warga sekitar mendengar teriakan adanya longsor dari area penumpukan sampah.
“Saksi mendengar teriakan warga mengenai adanya longsor, kemudian melihat gunungan sampah tiba-tiba runtuh menutup jalan serta menimpa warung dan beberapa truk sampah,” jelasnya.
Material sampah yang longsor juga sempat menutup akses jalan di sekitar lokasi serta menimbun sejumlah kendaraan pengangkut sampah yang sedang beroperasi.
Proses Evakuasi Libatkan Banyak Petugas
Informasi mengenai kejadian tersebut dengan cepat menyebar melalui jaringan komunikasi keamanan di area TPST Bantargebang. Petugas dari berbagai instansi langsung dikerahkan untuk melakukan evakuasi dan pencarian korban.
Personel kepolisian dari Polsek Bantargebang turut mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari petugas keamanan setempat.
Tim gabungan saat ini masih melakukan proses pencarian korban menggunakan alat berat berupa ekskavator untuk mengangkat material sampah yang menimbun area longsor.
Petugas juga terus menyisir lokasi kejadian untuk memastikan tidak ada korban lain yang masih tertimbun.
Pencarian Korban Masih Berlangsung
Hingga saat ini, tim penyelamat masih melakukan upaya pencarian terhadap korban yang dilaporkan hilang. Proses evakuasi diperkirakan membutuhkan waktu karena kondisi tumpukan sampah yang cukup tebal dan luas.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat di sekitar lokasi untuk tetap berhati-hati serta tidak mendekati area longsor demi keselamatan selama proses evakuasi berlangsung.
Daftar korban meninggal dunia dalam longsor TPST Bantargebang hingga Senin, 9 Maret 2026:
- Enda Widayanti (P, 25) – pemilik warung
- Sumine (P, 60) – pemilik warung
- Dedi Sutrisno (L) – sopir truk
- Irwan Suprihatin (L) – sopir truk
- Satu korban belum teridentifikasi, diduga sopir truk