Mojtaba Khamenei Resmi Jadi Pemimpin Tertinggi Iran: Suksesi di Tengah Perang Besar

news.fin.co.id - 09/03/2026, 08:50 WIB

Mojtaba Khamenei Resmi Jadi Pemimpin Tertinggi Iran: Suksesi di Tengah Perang Besar

Iran resmi tunjuk Mojtaba Khamenei jadi Pemimpin Tertinggi baru.Foto:IST/TNA

fin.co.id - Stasiun televisi pemerintah Iran secara resmi mengumumkan penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru pada Senin 9 Maret 2026 pagi. Mojtaba menggantikan mendiang ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan udara sepekan lalu.

Langkah suksesi ini menandai perubahan dramatis dalam peta politik Timur Tengah di tengah konflik yang kian memanas.

Majelis Ahli, lembaga ulama yang memiliki otoritas memilih pemimpin tertinggi, menyatakan bahwa Mojtaba terpilih melalui pemungutan suara yang kuat. Penunjukan ini sekaligus mengakhiri spekulasi mengenai siapa yang akan memegang kendali tertinggi teokrasi Iran setelah kematian Ali Khamenei.

Pemerintah Iran kini menyerukan kepada seluruh rakyat untuk bersatu di bawah kepemimpinan baru ini guna menghadapi situasi darurat nasional.

Advertisement

Otoritas Militer dan Kendali Nuklir di Tangan Mojtaba

Sebagai Pemimpin Tertinggi, sosok berusia 56 tahun ini kini memegang kendali penuh atas kebijakan strategis Iran. Mojtaba otomatis menjabat sebagai panglima tertinggi angkatan bersenjata serta Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Selain kendali militer, ia juga memiliki keputusan akhir atas program nuklir Iran, termasuk cadangan uranium yang diperkaya tinggi yang selama ini menjadi perhatian dunia internasional.

Meski jarang muncul di publik sejak perang dimulai pada akhir Februari lalu, Mojtaba selama ini dikenal sebagai figur kuat di balik layar. Namun, penunjukannya diprediksi akan menghadapi tantangan legitimasi karena ia tidak pernah memegang jabatan resmi di pemerintahan sebelumnya.

Sejumlah pejabat tinggi Iran, termasuk Ali Larijani, memberikan dukungan terbuka dan menyatakan bahwa Mojtaba memiliki kualifikasi yang cukup karena telah dididik langsung oleh ayahnya.

Penolakan Keras Amerika Serikat dan Ketegangan Diplomatik

Respon negatif datang dari Washington segera setelah pengumuman tersebut dirilis. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan secara terbuka bahwa penunjukan Mojtaba tidak dapat diterima oleh pihaknya.

Trump menegaskan bahwa Washington menginginkan pemimpin yang bisa membawa perdamaian di kawasan, bukan sekadar kelanjutan dari rezim sebelumnya.

Gedung Putih bahkan mengisyaratkan bahwa pemerintahan baru Iran di bawah Mojtaba akan menghadapi tekanan berat. Di saat yang sama, Departemen Luar Negeri AS telah memerintahkan evakuasi staf non-esensial dan keluarga diplomat dari Arab Saudi serta beberapa negara Timur Tengah lainnya. Langkah ini diambil menyusul eskalasi serangan Iran yang mulai menyasar fasilitas vital di negara-negara tetangga.

Advertisement

Ekonomi Global Terguncang dan Harga Minyak Meroket

Gejolak politik di Teheran langsung berdampak pada pasar energi global. Harga minyak mentah dunia kini telah menembus angka 100 per barel untuk pertama kalinya dalam tiga setengah tahun terakhir. Gangguan pengiriman di Selat Hormuz serta kekhawatiran akan serangan balasan terhadap infrastruktur minyak menjadi pemicu utama lonjakan harga ini.

Lina
Lina
Penulis

Penulis FIN.CO.ID