fin.co.id - Dunia internasional memberikan respons cepat atas terpilihnya Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam ketiga. Dukungan strategis datang dari Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, yang menilai transisi kepemimpinan ini sebagai tonggak penting di tengah agresi militer yang sedang dihadapi Teheran.
Dalam pesan kawat resminya, Presiden Vladimir Putin memberikan ucapan selamat sekaligus mengakui beratnya tanggung jawab yang diemban Mojtaba Khamenei.
Putin menegaskan bahwa di saat Iran menghadapi agresi bersenjata dari pihak musuh, keberanian dan dedikasi luar biasa akan menjadi kunci utama kepemimpinan tertinggi di Republik Islam tersebut. Hubungan erat Teheran-Moskow diprediksi akan semakin solid di bawah kepemimpinan baru ini.
Senada dengan Putin, Presiden Iran Masoud Pezeshkian telah mengucapkan sumpah setia secara resmi. Pezeshkian menekankan bahwa suara bulat dari Majelis Ahli (Assembly of Experts) menandai era baru martabat dan kekuatan bagi rakyat Iran.
Ia percaya pemilihan ini merupakan perwujudan kehendak komunitas Islam untuk memperkuat persatuan nasional sebagai benteng pertahanan terhadap plot asing.
Pezeshkian juga memberikan penghormatan atas warisan mendiang Ayatollah Seyed Ali Khamenei yang telah memimpin selama 37 tahun. Ia meyakini fondasi kokoh tersebut akan membawa Iran menuju kemandirian berkelanjutan, kemajuan teknologi, serta keadilan sosial di bawah bimbingan Mojtaba Khamenei.
Proses pemilihan pemimpin baru ini berlangsung sangat cepat pasca serangan AS-Israel pada 28 Februari lalu yang menewaskan pemimpin sebelumnya. Majelis Ahli segera menjalankan tugas konstitusionalnya di tengah kondisi darurat perang untuk memastikan kesinambungan pemerintahan. Dengan dukungan penuh dari kekuatan domestik dan sekutu mancanegara, Iran bersiap menavigasi tantangan geopolitik yang semakin kompleks di kawasan Timur Tengah.