Ancaman Trump Soal Penutupan Selat Hormuz
Komentar Larijani muncul sebagai respons terhadap pernyataan keras yang sebelumnya disampaikan Donald Trump melalui platform Truth Social.
Trump memperingatkan bahwa Iran akan menghadapi serangan yang jauh lebih besar jika berusaha menghentikan aliran minyak dunia melalui Selat Hormuz.
Dalam unggahannya, Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat akan memberikan balasan militer yang sangat keras terhadap Iran.
Ia menulis bahwa jika Iran mengganggu aliran minyak di Selat Hormuz, maka negara tersebut akan “dihantam dua puluh kali lebih keras” dibandingkan serangan sebelumnya.
Trump juga mengklaim bahwa Amerika Serikat dapat menghancurkan target-target strategis di Iran hingga negara tersebut hampir tidak mampu membangun kembali infrastrukturnya.
Pernyataan tersebut memicu reaksi keras dari pejabat Iran dan menambah panas hubungan kedua negara yang memang sudah lama tegang.
Latar Belakang Konflik: Serangan Besar terhadap Iran
Ketegangan terbaru ini terjadi setelah kampanye militer besar-besaran dilancarkan oleh Amerika Serikat dan sekutunya Israel terhadap Iran.
Operasi militer tersebut dilaporkan terjadi setelah pembunuhan pemimpin Revolusi Islam Iran, Ali Khamenei, yang terjadi pada 28 Februari.
Insiden tersebut juga menewaskan sejumlah komandan militer senior Iran serta warga sipil.
Serangan udara besar-besaran kemudian dilakukan terhadap berbagai lokasi militer dan sipil di beberapa kota Iran.
Akibatnya, sejumlah fasilitas penting mengalami kerusakan serius dan menimbulkan banyak korban jiwa.
Peristiwa ini semakin memperburuk situasi keamanan di kawasan Timur Tengah, yang sejak lama menjadi titik panas geopolitik dunia.