Selain isu minyak yang bikin deg-degan, stabilitas nilai tukar mata uang juga jadi indikator penting ketahanan ekonomi. Nah, di sinilah Rupiah menunjukkan performa yang mengejutkan! Jika kita bandingkan dengan mata uang negara-negara tetangga di Asia, Rupiah terbukti lebih tangguh. Meskipun Dolar AS sedang perkasa di pasar global, pelemahan Rupiah masih dalam batas yang terkendali.
Data yang ada sangat menarik. Sejak konflik di Timur Tengah pecah, Rupiah hanya terdepresiasi sekitar 0,3 persen terhadap Dolar AS. Angka ini jauh lebih baik dibandingkan stabilitas Ringgit Malaysia yang sudah melemah 0,5 persen, atau Baht Thailand yang merosot hingga 1,6 persen. Bahkan, Peso Filipina mengalami pelemahan signifikan sebesar 1,4 persen, dan Won Korea Selatan ambruk hingga 3,3 persen!
"Depresiasi rupiah sejak awal perang sebesar 0,3 persen, jauh lebih baik dibanding negara-negara di sekeliling kita. Malaysia 0,5 persen, Tailan 1,6 persen," jelas Purbaya sambil merinci perbandingan tersebut. Ini bukti nyata bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih kuat dan mampu menahan gempuran nilai tukar global.
Sinergi Fiskal-Moneter Jadi Kunci Kestabilan Nasional
Kementerian Keuangan sangat meyakini bahwa daya tahan Indonesia dalam menghadapi badai ekonomi ini adalah cerminan dari kuatnya koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter. Ditambah lagi, tingkat kepercayaan investor terhadap Indonesia masih terjaga, serta manajemen utang yang dilakukan secara pruden, semua ini menciptakan bantalan yang kokoh untuk menghadapi ketidakpastian pasar komoditas global.
Ketangguhan ini memberikan solusi nyata bagi masyarakat agar tidak perlu terlalu panik menghadapi kenaikan harga energi dunia yang memang sangat fluktuatif. Meskipun harga minyak dunia nyaris menembus $120 per barel, postur anggaran Indonesia telah dirancang dengan skenario risiko yang sangat matang.
Pemerintah berjanji akan terus memantau pergerakan pasar secara real-time. Tujuannya jelas: memastikan setiap kebijakan yang diambil tetap berorientasi pada kepentingan publik dan keberlanjutan kestabilan ekonomi nasional dalam jangka panjang. Kita patut bersyukur dan memberi apresiasi atas upaya pemerintah menjaga stabilitas di tengah gejolak dunia. - Fajar Ilman/Disway -