Pemerintah juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan atau panic buying. Menurut Dwi, langkah tersebut justru berpotensi mengganggu sistem distribusi yang sebenarnya berjalan normal.
“Stok BBM nasional berada di atas standar minimum, sehingga tidak ada alasan bagi masyarakat untuk melakukan panic buying,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa stok BBM dan LPG yang dimiliki pemerintah saat ini berada di atas standar minimum cadangan operasional, yakni lebih dari 21 hari.
"Sebagai analogi, seperti kita memiliki toren air di rumah. Air digunakan setiap hari, tetapi setiap hari juga ada pengisian kembali," ujarnya.
Sumber pengisian kembali stok BBM dan LPG tersebut berasal dari produksi dalam negeri maupun impor dari berbagai negara.
Dwi menambahkan bahwa pemerintah saat ini terus memantau perkembangan geopolitik global dan dampaknya terhadap sektor energi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketahanan energi nasional tetap terjaga selama periode Ramadhan hingga Idul Fitri 2026. *