Beberapa metode teknis yang digunakan antara lain:
- Scraping, Filling, dan Overlay (SFO) untuk memulihkan kualitas permukaan jalan.
- Patching atau penanganan lubang secara cepat pada titik yang mengalami kerusakan.
- Penguatan struktur perkerasan di area yang terdampak kendaraan ODOL.
- Normalisasi dan pembersihan drainase untuk mencegah genangan air akibat hujan.
Langkah tersebut sangat penting karena genangan air sering menjadi pemicu utama kerusakan konstruksi jalan. Dengan sistem drainase yang lebih baik, risiko kerusakan jalan dapat ditekan secara signifikan.
Tidak hanya itu, preservasi juga mencakup berbagai elemen pendukung keselamatan berkendara. Jasa Marga melakukan pengecatan ulang marka jalan, perbaikan guardrail, pemeliharaan rambu lalu lintas, serta perawatan penerangan jalan umum (PJU).
Pendekatan yang digunakan bersifat proaktif, preventif, dan rutin agar kualitas infrastruktur tetap terjaga dalam jangka panjang.
Ribuan Material dan Ratusan Tim Disiagakan
Untuk memastikan program berjalan efektif, Jasa Marga meningkatkan kesiapan sumber daya secara signifikan menjelang Lebaran 2026.
Perusahaan menyiapkan:
- 67 tim perkerasan jalan dan jembatan
- 222 tim ruang milik jalan (rumija) dan drainase
- 71 tim siaga operasional
Selain itu, perusahaan juga menyiapkan berbagai infrastruktur pendukung seperti:
- 9.300 zak material coldmix untuk penanganan cepat kerusakan jalan
- 209 unit pompa air
- 14 titik Early Warning System (EWS) untuk mendeteksi potensi genangan
Langkah ini menjadi bagian dari strategi mitigasi terhadap risiko cuaca ekstrem yang berpotensi mengganggu kondisi jalan tol.
Perbaikan Dilakukan Malam Hari agar Tidak Ganggu Lalu Lintas
Meski pekerjaan dilakukan secara masif, Jasa Marga tetap berupaya menjaga kelancaran mobilitas masyarakat.
Sebagian besar pekerjaan dilakukan pada malam hingga dini hari. Selain itu, pembatasan hanya dilakukan pada satu lajur dengan pemasangan rambu peringatan dan perangkat pengamanan di area kerja.