Petugas patroli serta unit derek juga disiagakan selama 24 jam untuk memastikan respons cepat terhadap situasi darurat di jalan tol.
Seluruh kegiatan preservasi dijalankan dengan standar kesehatan dan keselamatan kerja (K3). Jasa Marga juga terus berkoordinasi dengan kepolisian, Kementerian Pekerjaan Umum, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Masyarakat dapat memantau informasi kondisi jalan tol, rekayasa lalu lintas, hingga perkembangan perbaikan secara real time melalui media sosial resmi Jasa Marga, Call Center 133, serta aplikasi Travoy.
Dengan berbagai langkah tersebut, Jasa Marga berharap perjalanan mudik Lebaran 2026 bisa berlangsung lebih aman, nyaman, dan lancar bagi jutaan pengguna jalan tol di Indonesia.