fin.co.id - Pemerintah memprediksi pergerakan masyarakat pada momen Lebaran tahun ini akan mencapai angka fantastis, yakni sebanyak 143,9 juta orang. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyebut mobilitas terbesar akan mengarah ke wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Dalam konferensi pers di Gedung Bina Graha, Jakarta, Rabu (11/3), AHY menjelaskan bahwa data survei Kementerian Perhubungan menunjukkan tren perjalanan yang sangat masif. Setelah Jawa Tengah dan Jawa Timur, wilayah tujuan mudik favorit berikutnya meliputi Jawa Barat, Yogyakarta, hingga Sulawesi Selatan.
Dua Gelombang Puncak Arus Mudik
Masyarakat perlu mewaspadai kepadatan lalu lintas yang diprediksi terjadi dalam dua gelombang besar. AHY menyebut puncak arus mudik gelombang pertama akan jatuh pada 14-15 Maret, disusul gelombang kedua pada 18-19 Maret 2026.
Sementara itu, untuk arus balik, puncak kepadatan diperkirakan terjadi pada tanggal 24-25 Maret serta 28-29 Maret 2026. Penentuan jadwal ini menjadi krusial bagi pemudik agar dapat mengatur waktu keberangkatan guna menghindari kemacetan horor di jalan raya.
Mobil Pribadi Masih Mendominasi
Terkait moda transportasi, kendaraan pribadi tetap menjadi primadona. Sekitar 52 persen pemudik memilih menggunakan mobil pribadi untuk pulang ke kampung halaman. Tren ini diikuti oleh penggunaan sepeda motor dan bus umum sebagai pilihan favorit masyarakat selanjutnya.
"Beban utama ada di jalan-jalan raya, baik jalan tol, jalan nasional, termasuk jalan arteri yang menuju kabupaten/kota tujuan. Penggunaan mobil pribadi sangat dominan mencapai 52 persen," ujar AHY.
161 Ribu Personel Siaga di 2.746 Pos
Guna mengamankan pergerakan ratusan juta orang tersebut, Polri menggelar Operasi Ketupat 2026 dengan mengerahkan 161.243 personel gabungan. Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo menyatakan pihaknya telah menyiapkan 2.746 pos pengamanan dan pelayanan di berbagai titik strategis di seluruh Indonesia.
Selain rekayasa lalu lintas seperti one way dan contraflow, Polri juga mengandalkan digitalisasi respons darurat. Masyarakat dapat mengakses layanan darurat 110 jika mengalami kendala selama perjalanan. Beberapa titik krusial yang menjadi perhatian khusus kepolisian antara lain Jalur Nagreg, Gadog Puncak, Simpang Tiga Mengkreng, serta pelabuhan penyeberangan utama seperti Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk.