Dubes Palestina: Iran Bisa Kalahkan Israel, Tapi Butuh Dukungan Negara Arab

news.fin.co.id - 13/03/2026, 05:56 WIB

Dubes Palestina: Iran Bisa Kalahkan Israel, Tapi Butuh Dukungan Negara Arab

Palestina

fin.co.id - Pernyataan tegas mengenai konflik di Timur Tengah disampaikan Duta Besar Palestina untuk Rusia, Abdel Hafiz Nofal. Ia menilai Iran sebenarnya memiliki kemampuan menghadapi Israel, namun situasi tersebut akan jauh lebih kuat jika mendapat dukungan dari negara-negara Arab.

Hal itu disampaikan Nofal dalam konferensi pers yang digelar oleh grup media internasional Rossiya Segodnya dalam rangka peringatan Hari Quds Sedunia pada Kamis.

"Iran mampu mengalahkan Israel," kata Dubes Nofal dalam konferensi pers grup media internasional Rossiya Segodnya dalam rangka Hari Quds Sedunia, Kamis 12 Maret 2026.

Menurut Nofal, situasi yang terjadi di kawasan Timur Tengah saat ini tidak lepas dari dukungan Amerika Serikat terhadap Israel. Ia menuduh rezim Zionis berupaya mengubah keseimbangan politik di kawasan tersebut.

Advertisement

Nofal menyebut berbagai wilayah telah terdampak konflik, mulai dari Jalur Gaza hingga Lebanon dan Suriah. Kini, menurutnya, Iran menjadi target berikutnya dalam rangkaian eskalasi militer tersebut.

"Tujuan kita adalah untuk menghentikan serangan ini," ucap diplomat Palestina itu, menegaskan.

Ia juga menekankan pentingnya upaya kolektif untuk menghentikan konflik yang terus meluas. Menurutnya, jalur politik harus menjadi fokus utama guna meredakan ketegangan yang terjadi.

"Kita perlu mencapai kesepakatan. Kita harus mendorong bagaimana negara-negara Arab, bersama Iran, dapat menghentikan serangan terhadap Iran," ucap Dubes Nofal.

"Masih ada banyak cara untuk mengembalikan situasi ini melalui jalur politik," kata dia, menambahkan.

Konflik terbaru sendiri bermula pada 28 Februari ketika Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran, termasuk ke ibu kota Teheran. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan infrastruktur serta menimbulkan korban jiwa.

Sebagai respons, Iran kemudian melancarkan serangan balasan yang menargetkan wilayah Israel serta sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di berbagai bagian Timur Tengah.

Amerika Serikat dan Israel pada awalnya menyatakan bahwa operasi militer tersebut bertujuan mencegah ancaman dari program nuklir Iran. Namun dalam perkembangannya, muncul penilaian bahwa langkah itu juga berkaitan dengan upaya perubahan kekuasaan di Iran.

Sumber: Sputnik

Advertisement
Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca