fin.co.id - Ramadan menjadi waktu yang identik dengan refleksi diri sekaligus mempererat kebersamaan, baik dalam lingkungan keluarga maupun sosial. Pada periode ini pula mobilitas masyarakat biasanya meningkat, terutama saat mempersiapkan perjalanan pulang kampung untuk merayakan Hari Raya Idulfitri bersama keluarga.
Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkirakan sekitar 143,91 juta masyarakat Indonesia akan melakukan perjalanan ke berbagai daerah selama musim mudik tahun ini. Angka tersebut menjadikan arus mudik sebagai salah satu pergerakan manusia terbesar di Indonesia setiap tahunnya.
Tingginya mobilitas tersebut tentu memerlukan persiapan yang matang. Selain menjaga kondisi kesehatan, masyarakat juga perlu memperhatikan perencanaan finansial agar momen kebersamaan dapat dirayakan dengan lebih nyaman dan tenang.
Melihat kebutuhan tersebut, PT FWD Insurance Indonesia (FWD Insurance), perusahaan asuransi jiwa yang berfokus pada nasabah dengan dukungan teknologi, menghadirkan produk Asuransi Jiwa Syariah FWD Rencana Sejahtera.
Chief of Agency FWD Insurance Ang Tiam Kit mengatakan, produk ini dirancang sebagai solusi perlindungan jiwa yang membantu keluarga Indonesia menjalani momen penting dengan rasa aman sekaligus lebih percaya diri dalam merayakan kehidupan.
“Ramadan dan Idulfitri adalah momen yang sangat berarti bagi keluarga Indonesia. Di tengah meningkatnya mobilitas dan berbagai persiapan menyambut hari raya, perlindungan jiwa menjadi bagian penting dalam perencanaan keluarga. Melalui FWD Rencana Sejahtera, kami ingin membantu masyarakat merayakan kebersamaan dengan lebih nyaman dan percaya diri melalui solusi perlindungan berbasis prinsip syariah yang adil, transparan, dan berkelanjutan,” kata Ang dalam keterangannya, Jumat, 13 Maret 2026.
Setiap keluarga memiliki prioritas berbeda dalam membangun kesiapan finansialnya. Survei yang dilakukan FWD Group menunjukkan bahwa lebih dari 70 persen responden kelas menengah di Asia masih merasakan kekhawatiran terhadap kesejahteraan finansial mereka, sehingga kerap menghambat perencanaan jangka panjang.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Asuransi Jiwa Syariah FWD Rencana Sejahtera menawarkan dua pilihan plan, yaitu plan dengan Manfaat Akhir Masa Asuransi maupun tanpa Manfaat Akhir Masa Asuransi. Dengan pilihan tersebut, peserta dapat menyesuaikan perlindungan sesuai strategi finansial masing-masing, baik sebagai pelengkap investasi maupun sebagai perlindungan jiwa yang berdiri sendiri.
Produk yang dipasarkan melalui jalur keagenan ini juga menyediakan sejumlah manfaat perlindungan yang relevan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat selama Ramadan, antara lain:
Pilihan Manfaat Akhir Masa Asuransi hingga 100% Santunan Asuransi (opsional) yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai tujuan finansial keluarga seperti pendidikan anak, persiapan dana pensiun, rencana ibadah, maupun sebagai warisan.
Perlindungan hingga 300% Santunan Asuransi, yang meliputi:
- 100% Santunan Asuransi apabila terjadi risiko meninggal dunia selama masa perlindungan,
- 200% Santunan Asuransi apabila meninggal dunia akibat kecelakaan,
- 200% Santunan Asuransi apabila meninggal dunia selama menjalankan ibadah haji atau umrah, serta
- 300% Santunan Asuransi apabila meninggal dunia akibat kecelakaan selama Ramadan.
- Pilihan masa asuransi yang fleksibel, yaitu 15, 20, dan 25 tahun.
Opsi masa pembayaran kontribusi selama 3, 5, atau 10 tahun, sehingga peserta dapat menyesuaikan dengan kondisi keuangan dan rencana finansial keluarga.
Melalui unit usaha syariahnya, FWD Insurance juga memastikan seluruh proses pengelolaan produk berjalan sesuai dengan prinsip syariah. Produk dan layanan dirancang agar relevan dengan kebutuhan keluarga modern, sekaligus menghadirkan proses yang sederhana dan mudah dipahami.
“Melalui Asuransi Jiwa Syariah FWD Rencana Sejahtera, kami ingin terus mendukung keluarga Indonesia untuk menghadirkan ketenangan nyata, agar keluarga bisa fokus pada hal yang paling penting, yaitu kebersamaan. hal ini juga menjadi bagian dari visi kami dalam mengubah cara pandang masyarakat terhadap asuransi, untuk menjadi mitra perlindungan dalam merayakan kehidupan,” tutup Ang.