Ekonomi . 13/03/2026, 12:48 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
fin.co.id – Perum Bulog mencatat pencapaian fantastis dalam pengelolaan cadangan pangan nasional. Hingga pertengahan Maret 2026, stok beras nasional yang dikelola perusahaan pelat merah tersebut telah menyentuh angka 3,9 juta ton. Angka ini merupakan catatan stok tertinggi sepanjang sejarah Indonesia pada bulan Maret.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan bahwa kondisi cadangan beras nasional saat ini berada dalam posisi yang sangat aman dan terkendali. Lonjakan stok ini menjadi kabar baik bagi masyarakat, terutama saat memasuki periode krusial menjelang Hari Raya Idul Fitri.
"Kondisi stok beras nasional sampai hari ini mencapai 3,9 juta ton. Ini kondisi tertinggi di bulan Maret sepanjang Indonesia merdeka," ujar Rizal saat meninjau Kompleks Bulog Kanwil DKI Jakarta, Jumat 13 Naret 2026.
Pihak Bulog memprediksi jumlah ketersediaan beras ini akan terus merangkak naik hingga akhir bulan. Rizal mengestimasi posisi cadangan pangan pemerintah bisa mencapai 4,2 hingga 4,3 juta ton pada penutupan Maret 2026.
Optimisme ini sejalan dengan target serapan beras sepanjang tahun 2026 yang dipatok sebesar 4 juta ton. Jika target tersebut tercapai, Bulog memproyeksikan cadangan beras nasional bisa melampaui angka 5 juta ton pada akhir tahun nanti.
"Masyarakat tidak perlu khawatir, stok kita aman dan terkendali. Dengan target serapan tahun ini, stok di akhir tahun bisa berada di atas 5 juta ton," tambahnya.
Untuk menjaga stabilitas harga di pasar ritel, Bulog secara masif menggelar program Gerakan Pangan Murah (GPM) di seluruh wilayah Indonesia. Langkah ini bertujuan memberikan stimulus harga agar bahan pokok tetap terjangkau oleh masyarakat menjelang Lebaran sekaligus mencegah terjadinya aksi borong atau panic buying.
Program ini mendapat dukungan penuh dari aparat penegak hukum. Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo menegaskan komitmen Polri dalam mengawal distribusi kuota 80.000 ton beras dan puluhan ribu kiloliter minyak goreng per bulan ke seluruh pelosok negeri.
"Kami bersinergi dengan Bulog untuk memastikan ketersediaan pangan cukup. Polri menjamin stabilitas harga agar tetap terjangkau oleh semua lapisan masyarakat," tegas Komjen Dedi.
Dukungan personel TNI dan Polri dalam Gerakan Pangan Murah ini diharapkan mampu memutus rantai distorsi pasar. Dengan distribusi yang merata, pemerintah menjamin masyarakat dapat merayakan Idul Fitri tanpa perlu mencemaskan kelangkaan maupun lonjakan harga beras di pasar.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media