Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras, Luka Bakar 24 Pesen Termasuk Kena Mata

news.fin.co.id - 14/03/2026, 06:00 WIB

Kronologi Lengkap Aktivis KontraS  Andrie Yunus Disiram Air Keras, Luka Bakar 24 Pesen Termasuk Kena Mata

Dua orang diduga pelaku yang menyiram air keras ke Aktivis KontraS Andrie Yunus.

fin.co.id – Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, mengungkap secara rinci kronologi serangan penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.

Insiden mengerikan ini terjadi di kawasan Jalan Salemba I pada Kamis malam, 12 Maret 2026, sekitar pukul 23.37 WIB, tepat setelah korban menyelesaikan kegiatan podcast di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).

"Andrie Yunus mengalami serangan penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal yang mengakibatkan luka serius di sekujur tubuh, terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat 13 Maret 2026.

Rentetan Teror Telepon Sebelum Kejadian

Berdasarkan data kronologi yang dihimpun oleh KontraS, korban ternyata sudah menerima indikasi gangguan beberapa hari sebelum penyerangan.

Sejak tanggal 9 hingga 12 Maret 2026, Andrie kerap menerima panggilan telepon dari nomor-nomor tidak dikenal. Sebagian dari nomor tersebut diduga kuat berkaitan dengan spam penipuan, pinjaman online, hingga modus m-banking.

Advertisement

Aktivitas Terakhir: Diskusi "Remiliterisasi"

Pada hari kejadian, Kamis 12 Maret 2026, Andrie menjalankan aktivitas seperti biasa. Sekitar pukul 15.30 WIB, ia berangkat dari kantor KontraS menuju kantor Center of Economic and Law Studies (CELIOS) di kawasan Menteng untuk sebuah pertemuan.

Setelah agenda di CELIOS rampung, sekitar pukul 19.45 WIB, Andrie bergeser ke kantor YLBHI di Jalan Diponegoro, Menteng. Di sana, ia melakukan perekaman podcast bersama staf YLBHI, Zainal Arifin.

Diskusi tersebut mengangkat tema yang cukup krusial, yakni "Remiliterisasi dan Judicial Review UU TNI".

Meski proses rekaman selesai sekitar pukul 20.00 WIB, Andrie masih berada di kantor YLBHI hingga pukul 23.00 WIB. Sebelum memutuskan pulang dengan sepeda motornya, ia sempat mampir untuk mengisi bahan bakar di SPBU Cikini.

Detik-Detik Penyerangan di Salemba

Mala petaka terjadi sekitar pukul 23.37 WIB saat Andrie melintas di Jalan Salemba I menggunakan sepeda motor Yamaha Aerox berwarna kuning.

Ketika melintasi kawasan Talang, Andrie melihat dari kejauhan ada sebuah sepeda motor yang dikendarai dua orang datang melawan arah.

Motor pelaku diduga jenis Honda Beat atau Honda Vario model lama berwarna hitam dengan panel putih di bagian belakang. Saat kedua kendaraan tersebut berpapasan, pelaku secara mendadak menyiramkan cairan yang diduga kuat adalah air keras ke arah korban.

Cairan kimia tersebut langsung mengenai bagian kanan tubuh Andrie, menghantam area mata, wajah, dada, hingga tangan. Dalam kondisi terbakar, korban berteriak kesakitan hingga kehilangan kendali motornya dan terjatuh.

Teriakan Histeris dan Pakaian yang Meleleh

Menurut keterangan resmi KontraS, di lokasi kejadian Andrie sempat berteriak meminta pertolongan warga sekitar.

"AAAH, AAHH, AAHH, PANAS... PANAS!" teriaknya, yang kemudian disusul teriakan, "AIR KERAS, AIR KERAS" hingga mengundang kedatangan warga.

Dahsyatnya efek cairan tersebut bahkan membuat pakaian yang dikenakan Andrie meleleh.

Meski dalam kondisi kesakitan luar biasa, ia masih berusaha mengamankan motor dan tasnya, namun terpaksa meninggalkan baju yang sudah rusak di lokasi.

Sementara itu, kedua pelaku langsung memacu motornya melarikan diri ke arah Jalan Salemba Raya.

Di lokasi pelarian, pelaku diduga menjatuhkan sebuah gelas berbahan stainless steel yang digunakan sebagai wadah untuk membawa cairan kimia tersebut.

Penanganan Medis dan Luka Bakar 24 Persen

Hanya semenit setelah kejadian, pukul 23.38 WIB, Andrie dengan sisa tenaganya mengendarai motor menuju rumah kontrakannya di Menteng melalui jalan belakang.

Dua rekannya, Rizky dan Hardingga, kemudian bergegas membawa korban ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Tiba di RSCM sekitar pukul 23.48 WIB, korban langsung mendapatkan penanganan intensif.

Diagnosis awal tim dokter menunjukkan Andrie mengalami luka bakar mencapai 24 persen. Saat ini, penanganan melibatkan enam dokter spesialis, mulai dari spesialis mata, THT, saraf, tulang, thoraks, organ dalam, hingga spesialis kulit.

Andrie juga dijadwalkan segera menjalani operasi mata berupa transplantasi membran amnion guna memperbaiki jaringan mata yang mengalami kerusakan parah.

Advertisement

KontraS Desak Pengusutan Tuntas

Dimas Bagus Arya memastikan bahwa tidak ada barang berharga milik korban yang hilang, sehingga motif perampokan dikesampingkan. KontraS mendesak kepolisian untuk segera menangkap pelaku dan membongkar motif di balik penyerangan terhadap aktivis HAM ini.

"Serangan ini berpotensi menjadi ancaman serius terhadap keselamatan pembela hak asasi manusia di Indonesia," pungkasnya. *

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca