fin.co.id - Sebuah bus pariwisata dilaporkan hangus terbakar di ruas Jalan Tol Cikopo–Palimanan (Tol Cipali) tepatnya di KM 95+100 arah Jakarta, Kabupaten Subang, Jawa Barat, pada Minggu sore. Peristiwa tersebut diduga dipicu oleh korsleting listrik pada bagian mesin kendaraan.
Pihak pengelola tol, Astra Tol Cipali, menyatakan petugas langsung bergerak cepat menuju lokasi setelah menerima laporan kebakaran.
Corporate Communications & Sustainability Management Dept Head Astra Tol Cipali, Ardam Rafif Trisilo, mengatakan informasi awal menyebutkan api muncul dari ruang mesin bus.
Menurut keterangan kru Bus Pariwisata Selokaton, kendaraan yang sedang melintas tiba-tiba mengeluarkan asap tebal yang disusul percikan api dari bagian mesin.
“Api diduga berasal dari hubungan arus pendek atau korsleting listrik,” ujarnya.
Saat menyadari adanya tanda bahaya, pengemudi bus langsung mengambil tindakan cepat dengan menepikan kendaraan ke bahu luar jalan tol. Langkah tersebut dilakukan untuk menghindari risiko yang lebih besar ketika api mulai membesar.
Tak lama setelah laporan diterima sekitar pukul 16.54 WIB, petugas patroli dari Astra Tol Cipali segera menuju lokasi kejadian.
Petugas tiba sekitar pukul 17.01 WIB untuk melakukan pengamanan jalur lalu lintas sekaligus memastikan keselamatan pengguna jalan lain.
Untuk memadamkan api, dua unit mobil pemadam kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran Subang dikerahkan ke lokasi dan tiba sekitar pukul 17.20 WIB.
Proses pemadaman berlangsung cukup cepat hingga api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 17.52 WIB.
Beruntung, insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka. Saat kejadian, bus pariwisata tersebut diketahui dalam kondisi kosong tanpa penumpang.
Meski demikian, kebakaran kendaraan sempat menyebabkan kemacetan cukup panjang di ruas Tol Cipali arah Jakarta karena proses penanganan dan pemadaman api.
Pihak Astra Tol Cipali menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna jalan atas gangguan lalu lintas yang terjadi selama proses penanganan kebakaran.
Selain itu, pengelola tol juga mengimbau para pengendara untuk selalu memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan layak jalan sebelum melakukan perjalanan jauh.
Pemeriksaan rutin pada sistem kelistrikan, mesin, serta komponen penting kendaraan dinilai penting untuk mencegah potensi insiden serupa di jalan tol.