fin.co.id – Ketegangan di kawasan Timur Tengah mencapai babak baru setelah Angkatan Bersenjata Iran mengeluarkan ancaman terbuka untuk menyerang pangkalan rudal musuh yang berada di wilayah Uni Emirat Arab (UEA). Teheran menyebut langkah ini sebagai bentuk pertahanan kedaulatan setelah pangkalan militer Amerika Serikat di wilayah tersebut melancarkan serangan ke wilayah Iran.
Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya mengungkapkan bahwa pasukan Amerika Serikat menggunakan pelabuhan, dermaga, hingga lokasi tersembunyi di beberapa kota di UEA sebagai titik peluncuran serangan. Serangan rudal AS tersebut dilaporkan menyasar Pulau Abu Musa dan sebagian wilayah Pulau Khark milik Iran.
"Republik Islam Iran memandang serangan balik ke situs peluncuran rudal musuh di pelabuhan dan tempat persembunyian militer AS di UEA sebagai hak yang sah untuk membela kedaulatan nasional," tegas juru bicara militer Iran dalam pernyataan resminya, Sabtu 14 Maret 2026.
Peringatan bagi Warga Sipil
Menyusul ancaman serangan balasan tersebut, Teheran secara khusus memberikan peringatan kepada penduduk Muslim di Uni Emirat Arab. Pihak militer Iran mengimbau warga sipil untuk segera menjauh dan mengevakuasi diri dari kawasan pelabuhan, dermaga, serta titik-titik yang menjadi lokasi persembunyian militer Amerika Serikat guna menghindari jatuhnya korban jiwa.
Eskalasi besar-besaran ini merupakan buntut dari kampanye militer tanpa provokasi yang dilancarkan Amerika Serikat dan rezim Zionis sejak akhir Februari lalu. Konflik ini memuncak pasca peristiwa pembunuhan Pemimpin Besar Revolusi Islam, Ayatollah Seyed Ali Khamenei, serta sejumlah komandan militer senior Iran pada 28 Februari 2026.
Balasan Simetris Iran
Hingga saat ini, serangan udara Amerika Serikat dan sekutunya terus menghujam lokasi militer maupun sipil di seluruh Iran. Serangan tersebut mengakibatkan korban jiwa yang signifikan serta kerusakan infrastruktur yang luas di berbagai kota.
Sebagai respons, Angkatan Bersenjata Iran telah meluncurkan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan posisi Amerika Serikat serta Israel di wilayah pendudukan dan pangkalan regional lainnya. Ancaman serangan ke wilayah UEA ini menandakan bahwa Teheran siap memperluas jangkauan operasional militer mereka jika serangan terhadap wilayah kedaulatan Iran terus berlanjut dari pangkalan-pangkalan di negara tetangga.
Kini dunia internasional memantau ketat pergerakan di Teluk Persia, mengingat eskalasi ini berpotensi mengganggu jalur perdagangan dan stabilitas energi global.