fin.co.id - Pengelola Terminal Giwangan Yogyakarta memastikan seluruh armada bus yang melayani angkutan Lebaran 2026 dalam kondisi laik jalan. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, proses pemeriksaan kendaran atau ramp check di terminal terbesar di DIY ini kini sepenuhnya mengadopsi teknologi digital melalui Terminal Online System (TOS).
Langkah digitalisasi ini bertujuan untuk menjamin keselamatan penumpang sekaligus mempercepat proses birokrasi di lapangan. Dengan sistem TOS, petugas tidak lagi memerlukan waktu lama untuk mengecek administrasi bus secara manual di pintu masuk, sehingga mampu meminimalisir antrean panjang armada.
Kasi Sarpras Jalan Sungai, Danau, dan Penyeberangan BPTD Kelas II DIY, Anang Dwi Suryanto, menjelaskan bahwa sistem ini mengintegrasikan data dari aplikasi SPIONAM milik Kemenhub untuk izin trayek dan aplikasi BLU-e untuk verifikasi uji berkala atau KIR secara real-time.
"Begitu bus masuk, datanya langsung terlihat. Kita bisa memantau apakah izin trayeknya masih aktif dan bagaimana status uji KIR-nya," jelas Anang Minggu 15 Maret 2026. Jika sistem digital memberikan peringatan ketidaklayakan, petugas baru akan melakukan pemeriksaan fisik secara konvensional dan mendalam untuk memastikan aspek teknis kendaraan.
Terminal Giwangan sendiri memprediksi lalu lintas harian rata-rata (LHR) untuk bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) mencapai 360 hingga 400 armada. Sementara itu, total armada reguler yang disiapkan oleh berbagai Perusahaan Otobus (PO) mencapai sekitar 1.400 unit. Selain armada, standar kesehatan dan kesiapan pengemudi juga menjadi fokus utama pemeriksaan.
Demi kenyamanan pemudik, Terminal Giwangan juga menyiagakan fasilitas pendukung seperti posko kesehatan, ruang laktasi untuk ibu menyusui, hingga area bermain anak. Upaya pengamanan ini melibatkan sinergi lintas instansi, mulai dari TNI, Polri, hingga Basarnas guna mewujudkan arus mudik yang kondusif dan selamat hingga tujuan.