fin.co.id - Sebuah ledakan terjadi di sebuah masjid yang berada di kawasan Perumahan Pesona Raya Regency, Kelurahan Patrang, Kabupaten Jember, Jawa Timur saat berlangsungnya shalat tarawih pada Senin malam 16 Maret 2026. Peristiwa tersebut langsung membuat aparat kepolisian melakukan penyelidikan di lokasi kejadian.
Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Irjen Pol. Nanang Avianto bahkan turun langsung ke tempat kejadian perkara untuk memantau proses penyelidikan. Ia tiba di lokasi sekitar pukul 03.00 WIB.
Kapolda Jatim datang bersama Kapolres Jember AKBP Bobby Adimas Condroputra dan meninjau area masjid yang sedang diperiksa oleh tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana Polda Jawa Timur. Petugas melakukan penyisiran serta olah TKP guna memastikan penyebab ledakan yang terjadi di tempat ibadah tersebut.
Hingga saat ini, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi mengenai sumber ledakan tersebut.
Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Jember AKP Angga Riatma menyampaikan bahwa polisi langsung mengamankan lokasi setelah kejadian dengan memasang garis polisi dan melakukan penyelidikan awal.
"Kami belum bisa menyimpulkan penyebab ledakan itu dan tim Jibom (penjinak bom) Polda Jatim masih melakukan oleh TKP di masjid yang berada di kawasan Perumahan Pesona Raya Regency," katanya.
Dalam peristiwa tersebut tidak dilaporkan adanya korban jiwa. Namun, seorang jamaah sempat dibawa ke Unit Gawat Darurat (UGD) RSD dr Soebandi Jember setelah diduga mengalami gangguan pada telinga akibat suara ledakan yang cukup keras.
Dari informasi awal, ledakan diduga berasal dari sebuah lemari yang sudah tidak terpakai di sekitar area tempat wudhu laki-laki. Meski demikian, sejumlah saksi mata juga menyebut adanya papan besi yang berada di sekitar titik ledakan.
Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, Polres Jember memasang garis polisi di sekitar masjid agar warga tidak mendekat ke lokasi. Sementara itu, tim Jibom Polda Jawa Timur terus melakukan penyisiran di seluruh area masjid guna memastikan tidak ada potensi ledakan susulan.
Akibat kejadian tersebut, aktivitas di masjid untuk sementara dihentikan sampai proses pemeriksaan oleh tim penjinak bom selesai dilakukan. *