Strategi ‘MARKETING’ Allah SWT! Lailatul Qadar = MIDNIGHT SALE Terbesar Umat Islam, Hanya untuk ‘PEMBELI’ Serius

news.fin.co.id - 17/03/2026, 20:39 WIB

Strategi ‘MARKETING’ Allah SWT! Lailatul Qadar = MIDNIGHT SALE Terbesar Umat Islam, Hanya untuk ‘PEMBELI’ Serius

Strategi ‘MARKETING’ Allah SWT, Lailatul Qadar = MIDNIGHT SALE Terbesar Umat Islam, Hanya untuk ‘PEMBELI’ Serius

Fin.co.id - Pernahkah Anda membayangkan malam kemuliaan Lailatul Qadar dari sudut pandang strategi pemasaran? Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, menyebut malam Lailatul Qadar layaknya Midnight Sale atau obral besar tengah malam. Diskon ini hanya bisa dinikmati oleh 'pembeli' yang serius.

Analogi cerdas yang mudah dicerna telinga masyarakat modern itu disampaikan Abdul Mu’ti dalam ceramahnya pada malam ke-28 Ramadan 1447 H di Masjid At-Tanwir, Jakarta, seperti dikutip dari laman muhammadiyah.or.id, Selasa, 17 Maret 2026.

Abdul Mu’ti yang juga Mendikdasmen ini menegaskan bonus pahala berlipat ganda tidak datang secara otomatis. Sama halnya dengan promosi di pusat perbelanjaan, keuntungan hanya didapat oleh mereka yang bertransaksi.

Menurut Mu’ti, Allah sengaja menebar "diskon" dan "bonus" di penghujung Ramadan sebagai suntikan motivasi agar semangat umat tidak kendor.

Advertisement

Inilah saatnya umat Islam melakukan "belanja besar-besaran" melalui ibadah, zikir, dan i'tikaf.

“Dalam teori marketing, diskon dan bonus hanya bermakna bagi mereka yang membeli produknya. Begitu juga dengan Lailatul Qadar. Semurah atau semulia apa pun bonus pahala yang ditawarkan, hanya akan didapatkan oleh mereka yang benar-benar berbelanja dengan melakukan ibadah dan iktikaf,” tegas Abdul Mu’ti.

Tiga Dimensi Makna Qadar

Menyitir pandangan pakar tafsir Quraish Shihab, Abdul Mu’ti membongkar tiga dimensi makna dari kata “Qadar” yang jarang disadari oleh masyarakat umum.

Pemahaman ini krusial agar umat Islam tidak hanya sekadar terjaga di malam hari tanpa makna:

1. Mulia

Lailatul Qadar adalah malam puncak kehormatan yang tak tertandingi oleh waktu mana pun dalam setahun.

2. Takaran

Ini adalah momen ketika Allah menurunkan Al-Qur’an sebagai "takaran" atau pedoman hidup yang presisi bagi umat manusia.

Advertisement

3. Sempit

Makna ini merujuk pada waktu yang sangat terbatas (hanya sampai fajar) serta kondisi bumi yang "sesak" karena jutaan malaikat turun bersamaan untuk menebar kedamaian.

Rizal Husen
Rizal Husen
Penulis

Penulis FIN.CO.ID