Intisari Berita:
- Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS di Salemba mulai terungkap.
- Polda Metro Jaya telah mengidentifikasi dua terduga pelaku berinisial BHC dan MHK melalui rekaman CCTV.
- Pelaku diduga sudah mengikuti korban sejak beberapa jam sebelum kejadian dan melakukan aksi sekitar pukul 23.37 WIB.
- Polisi menemukan indikasi pelaku mengganti pakaian untuk menghilangkan jejak; barang bukti telah diamankan.
- Sebanyak 15 saksi telah diperiksa, dan jumlah pelaku diperkirakan lebih dari dua orang.
- Polisi membuka hotline pengaduan dan masih mendalami motif serta memburu seluruh pelaku.
fin.co.id – Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, mulai menemui titik terang. Penyidik Polda Metro Jaya mengungkap telah mengantongi identitas dua terduga pelaku berinisial BHC dan MHK berdasarkan hasil analisis rekaman CCTV.
Kapolda Metro Jaya Asep Edi Suheri menegaskan pihaknya berkomitmen menangani kasus ini secara objektif dan transparan.
“Kami ingin memastikan proses penegakan hukum berjalan secara objektif, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya, Rabu, 18 Maret 2026.
Direktur Reserse Kriminal Umum, Iman Imanuddin, mengungkapkan bahwa pihaknya berhasil merekonstruksi pergerakan korban dan pelaku melalui puluhan titik CCTV di Jakarta.
Korban diketahui sempat berada di kantor YLBHI sebelum meninggalkan lokasi sekitar pukul 22.33 WIB.
“Terlihat dua orang diduga sebagai eksekutor, serta satu kendaraan lain yang melakukan pemantauan,” jelasnya.
Polisi juga menemukan indikasi bahwa para pelaku telah mengikuti korban sejak beberapa jam sebelum kejadian. Bahkan, mereka terdeteksi bergerak dari Jakarta Selatan menuju kawasan Medan Merdeka hingga ke Cikini sebelum aksi dilakukan di Salemba sekitar pukul 23.37 WIB.
Temuan penting lainnya adalah dugaan pergantian pakaian oleh pelaku setelah beraksi. Barang bukti berupa pakaian yang diduga dibuang di sekitar lokasi kini telah diamankan untuk pemeriksaan forensik.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Budi Hermanto menyebut pergantian pakaian itu diduga untuk menghilangkan jejak atau karena pelaku turut terkena cairan berbahaya tersebut.
Hingga kini, polisi telah memeriksa 15 saksi dan menduga jumlah pelaku lebih dari dua orang.
Untuk mempercepat pengungkapan kasus, polisi membuka hotline pengaduan di 110 dan nomor 0812-8559-9191 bagi masyarakat yang memiliki informasi.
Penyelidikan masih terus berlangsung guna mengungkap seluruh pelaku dan motif di balik aksi kekerasan yang mengejutkan publik tersebut.
Rafi Adhi/Disway