fin.co.id - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan peringatan tegas kepada negara-negara anggota NATO terkait keamanan Selat Hormuz.
Dalam wawancara dengan Financial Times pada Minggu, Trump menilai negara-negara yang selama ini mendapatkan manfaat dari jalur strategis tersebut seharusnya turut ambil bagian dalam menjaga keamanannya. Ia mengingatkan bahwa sikap tidak mendukung atau respons negatif dapat berdampak buruk terhadap masa depan NATO.
"Sangat tepat jika orang-orang yang mendapat manfaat dari selat tersebut membantu memastikan bahwa tidak ada hal buruk yang terjadi di sana," kata Trump kepada The Financial Times dalam sebuah wawancara pada hari Minggu. "Jika tidak ada tanggapan, atau jika tanggapannya negatif, saya pikir itu akan sangat buruk bagi masa depan NATO."
Pernyataan serupa kembali disampaikan Trump saat konferensi pers di dalam pesawat Air Force One pada Minggu malam, ketika ia dalam perjalanan kembali ke Washington, D.C., usai menghabiskan akhir pekan di Mar-a-Lago. Ia menilai keterlibatan negara lain dalam menjaga kawasan tersebut akan menjadi langkah positif, dengan Amerika Serikat tetap siap bekerja sama secara militer.
Trump juga menegaskan bahwa selama ini Amerika Serikat konsisten mendukung NATO, termasuk dalam berbagai situasi global. Ia menyinggung bantuan terhadap Ukraina sebagai salah satu contoh, meski menurutnya hal tersebut tidak secara langsung berdampak bagi AS.
"Ingat, seperti contoh dari banyak kasus negara NATO, kami selalu ada untuk NATO," kata Trump kepada wartawan, sambil menunjuk pada "membantu mereka dengan Ukraina" meskipun "di antara kita, itu tidak memengaruhi kita."
Ia pun kembali mempertanyakan komitmen timbal balik dari aliansi tersebut terhadap Amerika Serikat, seperti yang pernah ia sampaikan sebelumnya di forum internasional.
Dalam kesempatan itu, Trump menegaskan bahwa pemerintahannya tengah mendorong keterlibatan sekutu NATO untuk menjaga kelancaran jalur pelayaran tanker minyak di Selat Hormuz. Ia menyebut upaya tersebut sebagai langkah yang relatif kecil, mengingat kondisi kekuatan militer Iran yang dinilai terbatas.
"Akan menarik untuk melihat negara mana yang tidak akan membantu kita dengan upaya yang sangat kecil, yaitu hanya menjaga Selat tetap terbuka, dan itu, jika dibandingkan, adalah permintaan yang kecil," tambah Trump kepada wartawan di Air Force One. "Itu kecil karena Iran memiliki kekuatan militer yang sangat sedikit."
Meski demikian, Trump mengaku optimistis negara-negara sekutu pada akhirnya akan memberikan respons positif. Ia menyebut komunikasi dengan sejumlah pihak terus berlangsung dan menunjukkan perkembangan yang baik.
"Kami sedang berbicara dengan negara-negara lain tentang bekerja sama dengan kami dalam pengawasan Selat, dan saya pikir kami mendapatkan respons yang baik," kata Trump kepada wartawan di AF1. "Jika kami melakukannya, itu bagus – dan jika tidak, itu juga bagus."
Isu komitmen NATO memang kerap menjadi sorotan Trump. Dalam masa kepemimpinannya, ia berulang kali mendorong negara anggota untuk meningkatkan anggaran pertahanan sesuai target yang ditetapkan.