BUKAN DI MASJID! Alasan Rasulullah SAW Jalan Kaki 1.000 Hasta Demi Salat Idul Fitri, Umat Islam Wajib Tahu Fakta Ini

news.fin.co.id - 19/03/2026, 19:44 WIB

BUKAN DI MASJID! Alasan Rasulullah SAW Jalan Kaki 1.000 Hasta Demi Salat Idul Fitri, Umat Islam Wajib Tahu Fakta Ini

BUKAN DI MASJID, Alasan Rasulullah SAW Jalan Kaki 1.000 Hasta Demi Salat Idul Fitri, Umat Islam Wajib Tahu Fakta Ini

Fin.co.id - Selama ini, banyak yang menganggap masjid adalah tempat paling utama untuk segala ibadah. Namun, tahukah Anda untuk urusan Idulfitri dan Iduladha, Rasulullah SAW justru memiliki tradisi yang berbeda?

Sejarah mencatat bahwa Nabi Muhammad SAW senantiasa meninggalkan kemuliaan Masjid Nabawi dan berjalan sejauh kurang lebih 200 meter atau sekitar 1.000 hasta menuju tanah lapang (al-mushalla) untuk mendirikan salat hari raya.

Keputusan konsisten Rasulullah ini bukan tanpa alasan. Di balik pemilihan lokasi terbuka tersebut, tersimpan pesan persatuan yang sangat kuat: Idulfitri adalah hari milik semesta.

Di mana seluruh lapisan masyarakat tanpa sekat dinding bangunan harus berkumpul dalam satu komando kebesaran Allah.

Advertisement

“Nabi Muhammad SAW selalu keluar pada hari Idulfitri dan hari Iduladha menuju lapangan, lalu hal pertama yang ia lakukan adalah shalat...” (HR. al-Bukhari).

Makna Sosial di Balik Salat di Tanah Lapang

Pilihan Rasulullah untuk melaksanakan ibadah di area terbuka memberikan pelajaran sosiologis yang mendalam.

Di lapangan luas, kerumunan massa tidak terbatas oleh kapasitas bangunan. Hal ini memungkinkan semua golongan.

Mulai dari kaum pria, lansia, anak-anak, hingga perempuan yang sedang berhalangan sekalipun—untuk hadir merasakan atmosfer kemenangan dan mendengarkan khutbah.

Tanah lapang menjadi mimbar inklusif yang menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang membumi.

Di sana, kekuatan umat terlihat nyata secara visual, menciptakan getaran spiritual yang jauh lebih kuat dibandingkan jika jamaah terpecah-pecah di berbagai masjid kecil.

Kapan Masjid Menjadi Pilihan Utama?

Meski lapangan adalah prioritas utama sesuai sunnah, Islam tetaplah agama yang memudahkan (yusrun).

Advertisement

Rasulullah memberikan pengecualian mutlak jika situasi alam tidak memungkinkan. Masjid menjadi tempat yang sah dan utama hanya apabila terjadi uzur syar'i. Seperti hujan deras yang bisa menyulitkan jamaah.

Hal ini bersandar pada riwayat dari Abu Hurairah ra yang menceritakan momen tak terduga di zaman Nabi:

Rizal Husen
Rizal Husen
Penulis

Penulis FIN.CO.ID