fin.co.id - Setiap menjelang akhir Ramadan, umat Islam di seluruh dunia menantikan satu momen penting: penetapan hari raya Idulfitri.
Namun, hal yang sering terjadi adalah perbedaan tanggal Lebaran antara Indonesia dan Arab Saudi. Fenomena ini bukan hal baru dan bahkan sudah berulang kali terjadi dalam sejarah kalender Islam modern.
Perbedaan ini sering memicu perdebatan di masyarakat. Tapi jika dilihat dari sisi ilmiah, sebenarnya tidak ada yang salah atau benar. Semua berkaitan dengan ilmu astronomi, metode pengamatan, hingga faktor geografis.
1. Perbedaan Lokasi Geografis Sangat Berpengaruh
Indonesia dan Arab Saudi memiliki posisi geografis yang sangat berbeda.
Indonesia berada jauh di timur, sehingga:
-
Waktu matahari terbenam berbeda
-
Posisi bulan relatif terhadap matahari juga berubah
Dalam ilmu astronomi, hilal (bulan sabit muda) hanya bisa diamati setelah matahari terbenam.
Artinya:
-
Hilal bisa terlihat di Arab Saudi
-
Tapi belum tentu terlihat di Indonesia
Karena saat waktu magrib di Indonesia, posisi bulan bisa saja:
-
Sudah terlalu rendah
-
Bahkan sudah terbenam lebih dulu
2. Perbedaan Kriteria Visibilitas Hilal
Indonesia menggunakan standar visibilitas hilal yang disepakati oleh negara-negara MABIMS (Brunei, Indonesia, Malaysia, Singapura).