Penentuan awal bulan Hijriah umumnya menggunakan dua metode utama:
Rukyatul Hilal
-
Pengamatan langsung hilal di lapangan
Hisab
-
Perhitungan matematis berdasarkan posisi bulan dan matahari
Di Indonesia, metode yang digunakan adalah kombinasi keduanya:
-
Hisab untuk prediksi
-
Rukyat untuk verifikasi
Pendekatan ini dinilai lebih komprehensif karena menggabungkan teori dan observasi.
5. Tradisi dan Otoritas Penetapan Kalender
Selain faktor ilmiah, keputusan akhir juga dipengaruhi oleh sistem dan otoritas masing-masing negara.
Indonesia:
-
Menggunakan sidang isbat nasional
-
Melibatkan berbagai pihak dan data pengamatan
Arab Saudi:
-
Memiliki otoritas sendiri dalam penetapan kalender
-
Digunakan untuk kepentingan ibadah di Tanah Suci
Perbedaan sistem ini membuat hasil keputusan tidak selalu sama, meskipun fenomena langit yang diamati sebenarnya sama.