Nasional . 21/03/2026, 10:20 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Saat momen Idul Fitri tiba, umat Islam di Indonesia umumnya saling mengucapkan “Minal Aidin wal Faizin” ketika bertemu dan berjabat tangan. Tradisi ini sudah sangat melekat di masyarakat. Namun, jika merujuk pada contoh yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, ucapan tersebut bukanlah yang dicontohkan secara langsung.
Ucapan yang diriwayatkan dari para sahabat justru adalah taqabbalallahu minna wa minkum.
Pada masa Rasulullah, para sahabat ketika berjumpa di hari raya saling mengucapkan:
تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَ مِنْكُم
(taqobbalalloohu minna wa minkum)
Artinya:
Semoga Allah menerima (puasa dan amal) dari kami dan (puasa dan amal) dari kalian.
Penjelasan ini juga disebutkan oleh Ibnu Hajar Al Asqalani dalam kitab Fathul Bari. Ia menerangkan, “Para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam apabila bertemu di hari raya, mereka mengucapkan kepada sebagian lainnya: taqabbalallahu minna wa minka.”
Karena amalan ini dilakukan para sahabat dan tidak dilarang oleh Rasulullah, maka termasuk dalam hadits taqriri, yaitu perbuatan yang disetujui oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan menjadi bagian dari sunnah.
Dalam kitab Fiqih Sunnah, Sayyid Sabiq juga menjelaskan hal serupa. Bahkan, ucapan ini tidak hanya berlaku pada Idul Fitri, tetapi juga pada Idul Adha.
Hal tersebut berdasarkan riwayat dari Jubair bin Nafir yang mengatakan, “Apabila sahabat-sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertemu pada hari raya, mereka saling mengucapkan taqabbalallahu minna wa minkum.”
Ucapan taqabbalallahu minna wa minkum sejatinya bukan sekadar ucapan selamat hari raya, melainkan sebuah doa yang sarat makna.
تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَ مِنْكُمْ
Artinya:
Semoga Allah menerima (puasa dan amal) dari kami dan dari kalian.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media